Ibu di Aceh Gorok Leher Bayinya Hingga Tewas

 Ibu di Aceh Gorok Leher Bayinya Hingga Tewas

SAMUDRAPOST.COM | Subulussalam – Seorang bayi yang baru berusia 5 bulan di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, diduga digorok oleh ibu kandungnya sendiri berinisial SI.


Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan dokter, pelaku mengalami depresi.

“Diduga ibu korban mengalami depresi atau stress,” kata Qori saat dionfirmasi, Kamis (8/7/2021).


Kasus itu bermula saat ibu kandung korban berinisial SI membawa bayinya yang sedang demam ke Puskesmas untuk di rawat. Lalu pihak Puskesmas menyarankan agar bayi tersebut di bawa ke RSUD setempat.
Namun Ibu korban malah membawa bayinya ke rumah orang tuanya dengan maksud untuk diobati secara tradisional. Karena anaknya tak kunjung sembuh, pelaku kembali ke rumahnya.

Baca juga :  Pemerintah Indonesia Dapat Utang Rp112 Triliun dari Bank Dunia dkk

Setelah sampai di rumah, pelaku memasukkan anaknya ke dalam kamar. Setelah itu pergi keluar rumah memanggil tetangganya, untuk melihat kondisi anaknya di dalam kamar. Sebab, suami pelaku saat itu tidak berada di rumah.

Baca juga :  TNI Selamatkan Bayi Yang Terjebak Banjir Di Aceh Timur

Namun, tetangga pelaku terkejut melihat kondisi bayi SI yang sudah berlumur darah dan menggendongnya untuk di bawa ke rumah sakit.

“Ibu korban yang menyuruh tetangga melihat anaknya, namun saksi tersebut menggendong korban dari kamar yang sudah berlumur darah untuk di bawa ke rumah sakit,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaknoso, Kamis (8/7/2021).

Baca juga :  Sejak Tahun 1901, Aceh Timur Sudah Mampu Memproduksi Minyak Secara Komersial

Kata dia hingga saat ini dari sejumlah keterangan saksi yang diperoleh pihaknya, diduga pelakunya ialah ibu kandung bayi tersebut. Namun, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Sampe saat ini diduga bahwa pelakunya adalah ibu kandung nya sendiri. Namun demikian kita masih melakukan pemeriksaan intensif kepada saksi-saksi,” ujar Qori.[Popularitas]

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+