Dinkes: Pentingnya Peran Keluarga dan Masyarakat Kendalikan Gangguan Kesehatan Jiwa

 Dinkes: Pentingnya Peran Keluarga dan Masyarakat Kendalikan Gangguan Kesehatan Jiwa

Lhokseumawe – Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe merilis, keluar dan kalangan masyarakat sangat berperan untuk mengendalikan gangguan kesehatan jiwa, karena keluarga merupakan fundamen untuk upaya-upaya pencegahan.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr. Said Alam Zulfikar mengatakan, upaya pencegahan yang dilakukan bisa melalui skrining di tingkat komunitas, yaitu bisa diamati dari perubahan kultur yang ada di masyarakat.

Baca juga :  Pertemuan Lintas Sektor Membahas Penangan Covid-19

“Sementara ditingkat keluarga maka menjadi hal yang paling mendasar untuk menumbuhkan perhatian dan kepedulian,” ujar Said, Kamis (29/7/2021).


Said menambahkan, terkait dengan hal tersebut, maka perlunya seluruh pihak untuk bersama-sama bersinergi melakukan pencegahan dan pengendalian gangguan jiwa. Semua komponen masyarakat serta semua potensi perlu dipadukan, tidak membedakan satu dengan yang lain.

Baca juga :  Museum Kota Lhokseumawe Fokus Sasaran Kerja Kebudayaan 2022

Menurut data WHO lebih dari 800.000 orang meninggal setiap tahunnya atau sekitar 1 orang setiap 40 detik karena bunuh diri. Sejalan dengan situasi global, Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1000 Rumah Tangga terdapat anggota keluarga dengan Skizofrenia/Psikosis.

“Lebih dari 19 juta penduduk usia diatas 15 tahun terkena gangguan mental emosional, lebih dari 12 juta orang berusia diatas 15 tahun diperkirakan telah mengalami depresi,” tutur Said.

Baca juga :  Lhokseumawe Pernah Dinobatkan Sebagai Kota Layak Pemuda

Tambahnya, Sedangkan, WHO pada tahun 2010 menyebutkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 persen per 100.000 jiwa. Maka pentingnya peran keluarga dalam mengendalikan gangguan jiwa.

“Harus diingat kalau keluarga memiliki peranan penting,” kata Said.[Adv]

Komentar Facebook

Berita terkait