Laki-laki yang Mengatai Ulama Aceh Pencuri dan Pembunuh

 Laki-laki yang Mengatai Ulama Aceh Pencuri dan Pembunuh

Penentangan kelompok uleebalang terhadap para pemimpin Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) rupanya terus berlanjut setelah Peristiwa Cumbok. Sebagian uleebalang yang selamat dari pertempuran kemudian mengamankan diri ke luar Aceh, misalnya menuju Medan atau Jakarta. Dari sana perlawanan dilanjutkan dengan cara baru, yakni lewat tulisan-tulisan di surat kabar.


Baca juga :  PT Perta Arun Gas Terus Kembangkan Kebun Agrowisata

Menulis ejekan, kekurangan, atau makian terhadap ulama-ulama Aceh di tempat yang jauh dari jangkauan pengikut mereka pasti bisa dilakukan dengan leluasa dan perasaan aman. Tulisan-tulisan bisa terus dihasilkan tanpa perlu khawatir tiba-tiba ditebas dari belakang.

Baca juga :  Mengapa Pantai Timur Amerika Serikat Menjadi Sarang COVID-19?

Ada satu kisah mengenai ini yang terjadi tahun 1950.


Teuku Teungoh Hanafiah (dalam beberapa publikasi namanya disingkat T. T. Hanafiah) boleh jadi merupakan sosok uleebalang yang paling banyak dimaki waktu itu. Di Indonesia Raya, sebuah koran yang terbit di Jakarta, Hanafiah menulis sejumlah artikel yang bikin panas hati Pengurus Besar PUSA dan Pemuda PUSA (orang-orang PUSA).

Baca juga :  Jejak Sunda Empire Aceh

Baca Selengkapnya



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait