Kalangan Usia Produktif Lhokseumawe Diimbau Antisipasi PTM

 Kalangan Usia Produktif Lhokseumawe Diimbau Antisipasi PTM

Lhokseumawe – Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, mengimbau kalangan usia produktif di kota tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM), hal itu merupakan sebagai penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar mengatakan, apabla dilihat dari trendnya, maka jantung koroner merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi, diikuti kanker, diabetes militus dengan komplikasi dan tuberculosis.

Baca juga :  Warga Lhokseumawe Diajak Bergaya Hidup Sehat Untuk Mencegah Diabetes

“Peningkatan tren PTM diikuti oleh pergeseran pola penyakit, jika dulu, penyakit jenis ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia, maka kini mulai mengancam kelompok usia produktif,” ujar Said, Senin (31/5/2021).


Said menambahkan, hal tersebut disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 95,5 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Kemudian 33,5 persen masyarakat kurang aktivitas fisik, 29,3 persen masyarakat usia produktif merokok setiap hari, 31 persen mengalami obesitas sentral serta 21,8 persen terjadi obesitas pada dewasa.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe Imbau Untuk Pemberian ASI Ekslusif

“Perilaku kita di era teknologi sekarang ini, ternyata tidak semakin baik. Mungkin momentum ini yang mengingatkan kita semua bahwa ketika imunitas tubuh kita turun, orang semakin banyak yang peduli untuk mengubah gaya hidup,” tutur Said.

Tambahnya, menekankan perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan masa depan, yaitu dengan pengendalian faktor risiko juga harus dilakukan sedini mungkin. Masyarakat harus memiliki kesadaran kesehatan agar tahu kondisi badannya, agar semakin mudah diobati sehingga tidak terlambat.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe: Keluarga Berperan Penting Untuk Penanggulangan Covid-19

“Jangan lupa deteksi dini, untuk orang sehat merasa dirinya tidak memiliki keluhan, belum tentu tetap sehat, lakukan skrining minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali,”kata Said.[Adv]

Komentar Facebook

Berita terkait