Dinkes: Jangan Ada Lagi Stigma dan Diskriminasi Pada ODHA

 Dinkes: Jangan Ada Lagi Stigma dan Diskriminasi Pada ODHA

Lhokseumawe – Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, mengajak masyarakat untuk jangan ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), serta butuh peran dari semua pihak untuk mencegah penyakit tersebut.


Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Puspa Wati, mengatakan, hal yang penting untuk dilakukan adalah mendorong setiap orang mengetahui status HIV pada dirinya, dengan melakukan tes HIV, serta segera melakukan pengobatan ARV bagi ODHA.

Baca juga :  Lazimu: Zakat Itu Mensejahterakan

“Kita juga mengharapkan agar stigma dan diskriminasi terhadap ODHA bisa menurun dan bahkan bisa hilang. Butuh peran dari semua pihak agar bisa mencegah penyakit tersebut,” ujar Puspa Wati, Kamis (15/4/2021).


Puspa Wati menambahkan, saat sekarang ini memang pihaknya fokus pada pada penanganan Covid-19, namun pada saat yang sama pihaknya juga harus terus melakukan upaya penanganan untuk masalah kesehatan lainnya seperti HIV/AIDS.

Baca juga :  Museum Kota Lhokseumawe Fokus Sasaran Kerja Kebudayaan 2022

Dirinya juga berharap dalam rentang waktu tersebut agar bisa dimanfaat sebaik mungkin oleh seluruh kalangan, sehingga bisa berdamapak terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga Kota Lhokseumawe.

“Penguatan kolaborasi harus dilakukan dengan semua pihak termasuk pemerintah pusat, daerah, swasta dan seluruh masyarakat, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS ke depan bisa terselesaikan,” tutur Puspa Wati.

Baca juga :  Satu Warga Lhokseumawe Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Tambahnya, warga Kota Lhokseumawe juga bisa melakukan pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di puskesmas.

pemeriksaan HIV/AIDS tersebut, bisa dilakukan di Puskesmas Muara Dua dan Muara Satu, serta Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe.

“Jadi , Puskesmas Muara Dua, dan Muara Satu memiliki layanan untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS, begitu juga di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe,” kata Puspa Wati.[Adv]

Komentar Facebook

Berita terkait