Ternyata 3,5 juta Orang Kaya Nikmati BPJS Gratis

 Ternyata 3,5 juta Orang Kaya Nikmati BPJS Gratis

Jumlah penerima bantuan iuran BPJS | Foto: Lokadata.id

Samudrapost.com – Tak hanya orang miskin atau hampir miskin yang menerima subsidi kesehatan dari pemerintah. Sebanyak 3,5 juta orang kaya, yang termasuk kelompok masyarakat dengan pengeluaran terbesar, ikut menikmati iuran BPJS kesehatan gratis karena termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).


Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari 23,8 juta orang yang paling mampu di Indonesia, sebanyak 14,7 persen (3,5 juta orang) termasuk ke dalam kelompok PBI.

Sisanya, sekitar 64,7 persen (15,4 juta orang) di kelompok ini merupakan peserta BPJS kesehatan mandiri (alias membayar iuran sendiri), dan 4,9 juta orang lagi tidak menjadi peserta BPJS kesehatan.


Baca juga :  UEA Gandeng Cina Bangun Resort Rp 7 T di Aceh

Kelompok paling mampu mencakup 10 persen masyarakat (desil 10) dengan tingkat pengeluaran terbesar di Indonesia. Kelompok ini rata-rata pengeluarannya mencapai Rp3,6 juta atau lebih per orang (per kapita) per bulan.

Sementara itu, pada kelompok terbawah (10 persen masyarakat dengan pengeluaran terendah atau desil 1), dengan pengeluaran rata-rata Rp373.000 per orang per bulan, terdapat 1,4 juta orang yang justru membayar sendiri iuran BPJS kesehatannya.

Pada kelompok paling bawah ini, ada 13,1 juta orang (52,4 persen) yang menerima subsidi PBI, dan 10,5 juta orang lainnya yang belum memiliki asuransi kesehatan.

Menurut data BPS, garis kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp454.652 per kapita per bulan. Mereka yang tingkat pengeluarannya di bawah jumlah itu, seperti masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1, tergolong sebagai masyarakat miskin.

Baca juga :  Pelaku Penembakan Anggota TNI di Aceh Berhasil Ditangkap

Subsidi BPJS yang sasarannya meleset ini sempat menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan semester I-2020 BPK menyebut sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian BPJS Kesehatan.

Di antaranya, pemutakhiran dan validasi data peserta BPJS Kesehatan yang belum optimal, seperti data peserta dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak valid.

Audit BPK itu sejalan dengan data BPS yang menunjukkan, pada kelompok desil 5 hingga 10 (tergolong masyarakat mampu) terdapat 48,2 juta orang yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Baca juga :  Mulai 1 Juli 2020, Iuran BPJS Kesehatan Naik

Mereka merupakan kelompok masyarakat yang tidak berhak, karena rata-rata pengeluarannya mencapai Rp860.000 hingga Rp3,6 juta per orang per bulan. Puluhan juta penerima PBI itu merupakan bentuk salah sasaran penyaluran subsidi kesehatan.

Persoalan ini terus berulang, dari tahun ke tahun. Subsidi BPJS untuk kelompok mampu telah mengurangi jatah warga miskin dan rentan miskin yang seharusnya dapat bantuan.

Dalam kelompok masyarakat dengan pengeluaran di bawah Rp703.000 per kapita per bulan (desil 1-4), masih ada 38,7 juta orang yang belum memiliki asuransi kesehatan.[lokadata.id]

Komentar Facebook

Berita terkait