Ahok Minta Pesantren Tiru Nabi Muhammad

 Ahok Minta Pesantren Tiru Nabi Muhammad

Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok | Foto: Kompas.com

Samudrapost.com | Jakarta – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyarankan agar pesantren meniru apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, yakni berdagang disamping berdakwah. Berdagang diyakini Ahok bisa meningkatkan kemandirian ekonomi di pesantren.

Hal ini diungkapkan Ahok saat menghadiri acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual pada Minggu (28/2). Kendati begitu, saat menyampaikan penggambaran ini, Ahok meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini,” ucap Ahok.

Baca juga :  20 April: 2,39 Juta Orang Terinfeksi Corona

Penggambaran agar pesantren meniru Nabi Muhammad, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Pasalnya, seperti yang publik ketahui, pesantren umumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.

Padahal, menurut pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tidak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

Baca juga :  Babinsa Diharapkan Menjadi Pelopor Penerapan Protokol Kesehatan

“Itu yang saya lihat selama ini, (pesantren) hanya tergantung kepada orang, tapi pesantrennya sendiri tidak punya penghasilan yang tetap, yang mampu membiayai. Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Baca juga :  Pria Ini Meninggal Dunia Saat Salat Jumat Dan Dievakuasi Pakai APD

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

“Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham,” ceritanya.

Oleh karena itu, ia ingin ada berbagai langkah yang dilakukan oleh pengelola pesantren untuk meningkatkan kualitas santri dan program yang mampu mencapai kemandirian ekonomi mereka sendiri.[CNN Indonesia]

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+