Waspada Risiko Saat Gowes, Salah Satunya Kebas Tangan!

 Waspada Risiko Saat Gowes, Salah Satunya Kebas Tangan!

Foto | unsplash.com

Samudrapost.com – Bersepeda atau gowes kembali menjadi tren sejak pandemi. Namun ada risiko saat gowes yang harus diwaspadai. Bukan hanya risiko kecelakaan akan tetapi juga risiko pada diri pesepeda. Inilah yang harus diperhatikan oleh para goweser alias pesepeda untuk meminimalisasi risiko saat menjalankan hobinya.


Salah satu yang harus diperhatikan oleh pesepeda adalah posisi saat gowes. Ini untuk meminimalisasi risiko saat gowes. Posisi menentukan prestasi. Demikian pula dengan posisinsaat gowes yang kurang tepat akan memicu risiko. Salah satu risiko yang dialami pesepeda apabila salah posisi adalah kebas di sela jari, terutama di jari manis dan kelingking.

Gejala tersebut dalam dunia medis biasanya disebut cyclist palsy. Menurut medis, penyebab cyclist palsy adalah adanya tekanan saraf pada jari kelingking dan jari manis. Kemudian tekanan tersebut melewati pergelangan tangan. Ini adalah yang kerap dialami pesepeda sebagai risiko saat gowes.


Dalam dunia medis, kebas pada jari manis dan kelingking yang dialami pesepeda secara umum disebut Guyon Canal Sydrome (GCS). Gejala yang mirip kerap juga disebut Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Hanya saja yang mengalami kebas pada GCS adalah ruas ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Jika cyclist palsy lebih pada jari manis dan kelingking.

Baca juga :  Melihat Potensi Wisata Bahari Di Lhokseumawe

Apa Saja Gejala Cyclist Palsy?

Cyclist Palsy sebagai risiko saat gowes tak dapat diabaikan begitu saja. Gejala cyclist palsy bisa berbeda, tergantung dari tingkat keparahan. Hanya saja perlu diketahui bahwa gejala ini hanya dialami ketika gowes atau bersepeda. Sedangkan ketika melakukan aktivitas lainnya seringkali gejala tidak dirasakan oleh penderita.

Gejala yang dialami pada jari manis dan kelingking antara lain kebas atau kesemutan. Pada kondisi tertentu, penderita juga mendadak merasakan nyeri pada kedua jari tersebut saat gowes. Bahkan bisa juga penderita cyclist palsy mengalami kram pada kedua ruas jari manis dan kelingking saat bersepeda.

Pesepeda juga mengalami genggaman tangan, khususnya pada jari manis dan kelingking tiba-tiba melemah saat bersepeda. Gejala lain yang kerap dialami pesepeda adalah jari manis dan kelingking sulit untuk diluruskan.

Baca juga :  Tahun Ini, 5.623 Rumah Dipasangi Listrik Gratis di Aceh

Pesepeda juga mengalami kelsuitan ketika meregangkan jari-jari ketika bersepeda. Sebagian juga merasakan massa otot pada ibu jari dan telunjuk mengempis.

Gejala tersebut tidaklah dialami atau dirasakan semua oleh pesepeda yang menderita cyclist palsy. Bisa saja pesepeda hanya mengalami dua atau tiga gejala saja.

Penyebab dan Cara Pencegahannya

Risiko saat gowes memang beraga, Cyclist palsy ini adalah salah satunya. Penyebabnya adalah adanya tekanan yang terlalu besar dan berlangsung cukup lama. Untuk menghindarinya coba perhatikan posisi pergelangan tangan ketika Anda bersepeda.

Ketika bersepeda, posisi tangan kerap berubah untuk mencari posisi yang nyaman. Cyclist palsy kerap dialami ketika pergelangan tangan mengarah ke atas dan keluar dalam durasi waktu yang lama. Ini diketahui dapat memicu regangan pada saraf tangan.

Baca juga :  114 Nakhoda Kapal Ikan Di Lhokseumawe Ikuti Kecakapan Berlayar

Biasanya cyclist palsy ini dialami ketika bersepeda dalam waktu yang lama. Perhatikan juga medan yang dilalui ketika Anda gowes. Jalanan yang naik dan turun dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cyclist palsy sebagai risiko saat gowes. Kemungkinannya akan lebih besar.

Misalnya saja ketika mengayuh sepeda pada jalanan yang menurun. Otomatis sebagian besar berat badan ditopang oleh tangan. Inilah yang menyebabkan beban lebih banyak pada jari-jari tangan. Untuk meminimalisasi risiko saat gowes dan mengalami cyclist palsy, yang harus dilakukan antara lain memasang bantalan yang nyaman pada handlebar. Anda juga bisa menggunakan sarung tangan yang tebal.

Pastikan posisi handlebar cukup nyaman untuk tangan Anda sehingga tak perlu terlalu sering mengubah posisi tangan. Namun demikian Anda juga perlu untuk mengganti posisi tangan secara berkala jika berkala jika bersepeda dalam waktu yang lama. Terakhir sesuaikan posisi duduk yang nyaman untuk meminimalisasi risiko saat gowes.

Komentar Facebook

Berita terkait