Tekan Angka Kemiskinan, Pemerintah Aceh Akan Data Pecandu Rokok

 Tekan Angka Kemiskinan, Pemerintah Aceh Akan Data Pecandu Rokok

Ilustrasi Angka Kemiskinan | Foto: Pikiran Rakyat

Samudrapost.com | Banda Aceh – Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, maka komoditas makanan merupakan penyumbang terbesar kedua terhadap nilai garis kemiskinan, sehingga Pemerintah Aceh akan mendata para pecandu rokok.


Berdasarkan data  dari BPS, penduduk miskin Aceh mengalami peningkatan sebanyak 19 ribu pada September 2020 atau mencapai 15,43 persen dan menempati posisi tertinggi di Sumatera.

Wacana tentang pendataan bagi para pecandu roko tersebut, diungkapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh, H T Ahmad Dadek, melalui rapat koordinasi penanganan penurunan angka kemiskinan Aceh 2021 dan diikuti oleh diikuti 23 kepala Bappeda kabupaten/kota, yang dilakukan secara virtual pada Jumat (19/2/2021).


Dalam rapat virtual tersebut, Ahmad Dadek mengatakan, ada enam strategi yang dilakukan untuk bertujuan menurunkan angka penduduk miskin di Aceh, hal yang pertama dilakukan adalah dengan menekan pengeluaran masyarakat , sehingga tetap hemat dan salah satu pengeluaran terbesar yaitu persoalan rokok.

Baca juga :  Rekam Sunyi di Paru Dunia...

Ahmad Dadek menambahkan, maka harga rokok yang dijual berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu dan apabila dalam satu hari telah menghabiskan sebanyak dua bungkus, maka uang yang dikeluarkan untuk membayar rokok tersebut, sebanyak Rp 40 ribu.

Apabila dikalkulasikan dengan penghasilan harian yang mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu, maka sisanya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga hanya Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu dalam setiap harinya.

“Dengan sisa uang Rp 35.000 per hari itu, ia akan tetap menjadi keluarga miskin yang permanen,” kata Kepala Bappeda Aceh ini, sebagaimana yang dikutip dari media serambinews.com.

Hal yang kedua dilakukan untuk menekan angka kemiskinan yaitu dengan melakukan peningkatan kapasitas dan keahlian bagi masyarakat , serta membuat program padat karya.

Baca juga :  Ayus Sabyan Minta Maaf Terkait Isu Perselingkuhannya Dengan Nissa Sabyan

“Misalnya untuk pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan, itu jangan diborongkan, melainkan dipadatkaryakan kepada masyarakata desa. Masyarakat digaji secara harian dan ini akan menambah penghasilan mereka,” kata H T Ahmad Dadek, sebagaimana yang dirilis oleh Serambinews.com.

Kemudian strategi yang ketiga dengan melakukan peningkatan sumber daya manusia, maka ada beberapa hal yang dilakukan, seperti memberikan beasiswa kepada anak yatim piatu dan miskin, bagi penduduk miskin nantinya, akan diberikan kartu JKA secara gratis agar bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Hal yang keempat yang akan dilakukan adalah dengan melakukan transaksi ekonomi, yaitu meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan perikanan, serta bahan baku menjadi bahan setengah jadi dan siap pakai.

Strategi yang kelima adalah dengan melakukan penstabilan harga pangan, sehingga nanti seluruh harga pangan dalam keadaan stabil, sebagai contoh, adanya alokasi anggaran dana desa untuk membeli sejumlah ekor sapi dan kemudian dijual kepada masyarakat miskin dengan di bawa harga pasar atau harga murah. Hal tersebut khusus dilakukan pada saat meugang puasa dan hari raya.

Baca juga :  Bangkai Babi Kembali Ditemukan di Pinggir Jalan Kota Medan

“Dengan harga jual senilai itu, masyarakat miskin bisa membeli daging sapi dengan murah, sementara hasil penjualan daging dijadikan pendapatan asli gampong untuk pembelian sapi atau kerbau pada tahun depan,” ujar Dadek, sebagaimana dikutip dari media serambinews.com.

Strategi kelima yang tidak kalah penting, yaitu melakukan penanganan bencana alam, karena penanganan bencana alam harus cepat, agar tidak perekonomian masyarakat bisa cepat pulih.

 “Misalnya ada jembatan yang putus, secepatnya dibangun jembatan darurat. Begitu juga jika ada waduk dan irigasi yang jebol, cepat laksanakan penanganan daruratnya,” imbuh Dadek, yang dirilis dari serambinews.com.

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+