Tak Perlu Khawatir, Ini Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

 Tak Perlu Khawatir, Ini Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Ilustrasi Foto | cdn-japantimes.com

Samudrapost.com – Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sedang berlangsung. Kelompok lanjut usia (Lansia) juga mulai mendapatkan vaksin Covid-19. Ini sesuai dengan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin adalah lansia pertama yang menerima vaksin Sinovac. Ma’ruf Amin mewakili kelompok lansia non tenaga kesehatan yang mendapakan vaksin buatan Sinovac tersebut.

Vaksin Sinovac diberikan kepada Wapres, hari Rabu, 17 Januari 2021 kemarin, di rumah dinas Wapres, Menteng, Jakarta Pusat.  Ma’ruf Amin menegaskan bahwa vaksin Sinovac aman diberikan untuk kelompok Lansia. Seperti diketahui usia Wapres saat ini sudah lebih dari 70 tahun.

Usai divaksin Ma’ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk tak ragu mengikuti vaksinasi. Terutama untuk para lansia, dia mencontohkan dirinya kendati sudah berusia lebih dari 70 tahun namun tetap aman usai divaksin.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe: Keluarga Berperan Penting Untuk Penanggulangan Covid-19

Alasan untuk mengikuti vaksinasi, menurut Ma’ruf karena pandemi ini masih belum diketahui sampai kapan. Lebih lanjut Wapres menambahkan herd immunity atau kekebalan kelompok akan bisa tercapai jika lebih dari 70 persen penduduk Indonesia sudah divaksin.

Dalam agama Islam, kata Ma’ruf menjaga diri dari penyakit adalah wajib hukumnya. Salah satunya adalah dengan menjalani vaksinasi. Lalu, sampai kapan umat Islam wajib menjaga diri dari penyakit? Menurut Ma’ruf sampai tercapainya herd immunity, 70 persen spopasi divaksin barulah kewajiban tersebut bisa gugur.

Untuk para Lansia, Ma’ruf juga bilang  agar tidak takut untuk divaksin, ketika gilirannya tiba nanti. Tujuannya tentu untuk menjaga diri sendiri dan juga agar Indonesia bisa segera terlepas dari bahaya Covid-19.

Pemberikan vaksinasi terhadap lansia tersebut berdasarkan izin penggunaan darurat dari BPOM. Izin darurat tersebut diberikan terhadap vaksin Sinovac agar bisa dipakai terhadap kelompok lansia, usia 60 tahun ke atas. Kelompok lansia yang pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Baca juga :  Pertama Bertugas, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Baskoro Sowan Ke Ulama

Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Para Lansia

Perlu diketahui tidak semua lansia bisa mendapatkan vaksin. Tenaga kesehatan yang sudah berusia lanjut, mendapat prioritas utama.  Sebelum mendapatkan vaksin Covid-19, syarat vaksinasi Covid-19 lansia yang akan divaksin akan periksa terlebih dahulu. Proses skrining yang diberikan pun berbeda, dengan mereka yang berusia di bawah 60 tahun.

Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan, kepada para lansia. Dikutip dari detik.com, ada beberapa pertanyaan yang bakal diberikan, yakni:

Pertama, lansia calon penerima vaksin akan ditanya apakan dirinya mengalami kesulitan untuk menaiki 10 anak tangga. Pertanyaan kedua adalah apakah mereka sering mengalami kelelahan, kendati hanya beraktivitas ringan?

Baca juga :  Setelah Divaksin, 4 Tenaga Kesehatan Aceh Utara Masih Dirawat DI RS

Selanjutnya adalah terkait dengan penyakit penyerta atau kormobid yang diidap. Lansia calon penerima vaksin akan ditanya apakah memiliki 5 dari penyakit kormobid. Antara lain, hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru, jantung, nyeri sendi, gagal ginjal, dan stroke.

Tim medis juga akan menanyakan apakah si calon penerima vaksin mengalami kesulitan berjalan pada jarak antara 100 sampai dengan 200 meter. Pertanyaan terakhir adalah apakah lansia yang bersangkutan mengalami penurunan berat badan drastis dalam setahun terakhir?

Dari lima pertanyaan yang diajukan untuk lansia penerima vaksin, apabila lansia mengalami tiga atau lebih dari lima indikator di atas maka vaksin tidak dapat diberikan. Itu sebabnya penerima vaksin diharapkan menjawab dengan jujur dan benar pertanyaan skrining yang diberikan.

Sama seperti penerima vaksin lainnya, vaksinasi Covid-19 kepada lansia juga akan diberikan dalam dua tahap.

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+