Pasca Pandemi, Bagaimana Peluang Bisnis Investasi di Indonesia?

 Pasca Pandemi, Bagaimana Peluang Bisnis Investasi di Indonesia?

Foto | unsplash.com

Samudrapost.com – Tahun 2020 disinyalir sebagai periode yang menantang bagi seluruh negara di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Dengan adanya pandemi covid-19, Indonesia mengalami kontraksi yang cukup fatal di bidang perekonomian. Yakni sebesar 5,3% pada kuartal II ditahun 2020.

Tidak hanya dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah. Dampak pandemi juga sangat dirasakan oleh pebisnis, salah satunya para investor. Bisnis investasi di Indonesia menjadi salah satu sektor yang mendapat imbas dari adanya pandemi tersebut.

Memangkas Jurang Resesi di Indonesia

Meskipun belum sepenuhnya pulih dari resesi, namun sudah banyak sekali upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengembalikan perekonomian dalam negeri. Pemerintah khususnya melalui BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) telah mengupayakan beberapa langkah sebagai bentuk penyesuaian.

Upaya-upaya yang dilakukan antara lain seperti mempermudah proses perizinan usaha, melakukan pemberian insentif pada perusahaan untuk dapat melakukan ekspansi, pemberian modal pada para pelaku UMKM dan lain sebagainya.

Dengan upaya tersebut, diharapkan Indonesia dapat pulih dan terbebas dari jurang resesi. Sehingga pelaku usaha juga dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi permintaan pasar global bila perekonomian telah sepenuhnya pulih.

Mengenal Peluang Bisnis di Sektor Investasi

Bisnis investasi di Indonesia merupakan saat satu cabang usaha yang cukup diminati sekarang ini. Tidak hanya kalangan profesional saja yang terjun untuk berinvestasi. Para pemula dan generasi milenial juga banyak yang tertarik untuk mencoba peruntungan di bidang tersebut.

Baca juga :  Waspada Investasi yang Ilegal, Begini Skema Ponzi yang Marak di Indonesia

Di tahun 2021, diharapkan iklim di sektor investasi sudah dapat mulai seimbang. Dengan demikian, Anda dapat membuat gebrakan baru dan ambil bagian untuk ikut berkecimpung di bidang tersebut.

Untuk dapat memulai bisnis investasi, tentunya Anda perlu mengetahui dengan detail mengenai seluk-beluk usaha tersebut. Investasi pada dasarnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Berikut perbedaan dari keduanya:

  1. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan investasi yang hasilnya bisa mulai kelihatan dalam waktu singkat. Contoh jenis investasi jangka pendek antara lain adalah seperti deposito bank, reksadana, investasi dalam bentuk logam mulia dan lain sebagainya.

Jenis investasi tersebut hasilnya sudah dapat Anda nikmati dalam waktu 3 bulan sampai dengan 1 tahun. Meskipun demikian, investasi jangka pendek juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangannya yaitu dari segi keuntungan yang biasanya relatif lebih rendah.

  1. Investasi Jangka Panjang
Baca juga :  Pameran “Piyoh-Piyoh” dan Festival Kreatif Resmi Dibuka Dengan Penabuhan Rapai Pase

Investasi jangka panjang biasanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa bertahun-tahun lamanya. Meskipun demikian, hasil yang didapatkan bisa lebih besar dibandingkan dengan investasi jangka pendek.

Adapun beberapa contoh investasi jangka panjang, antara lain:

  • Peer To Peer Lending

Peer to peer lending adalah investasi yang dilakukan dengan cara meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang memerlukan modal. Kemudian Anda memperoleh keuntungan dari bunga pinjaman yang telah disepakati bersama.

  • Properti

Investasi di bidang properti memerlukan modal yang besar, namun keuntungannya juga tidak kalah besar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk investasi properti. Diantaranya dengan menyewakan properti, membeli bangunan, tanah dan beberapa elemen-elemen properti yang lainnya.

  • Saham

Investasi saham merupakan bisnis yang tidak kalah menggiurkan. Meskipun resikonya cenderung besar, namun keuntungan yang di dapatkan dari investasi tersebut juga tidak kalah tinggi. Untuk dapat menggeluti bisnis investasi saham, tentunya Anda perlu menguasai trik khusus. Tujuannya adalah agar usaha tersebut berkembang dan Anda sebagai investor akan mendapatkan keuntungan yang sebanding.

  • Asuransi

Asuransi tidak hanya dilakukan dengan tujuan untuk melindungi kehidupan pribadi Anda dan keluarga saja. Tetapi juga dapat dilakukan untuk melindungi aset sekaligus sebagai sarana investasi. Asuransi berbasis investasi menggabungkan dua poin yaitu asuransi dan juga pengelolaan seperti reksadana.

Baca juga :  Plt. Gubernur Aceh Resmikan Migas Center Unimal

Jadi setiap bulan peserta asuransi diharuskan untuk membayarkan sejumlah biaya atau premi. Premi tersebut kemudian akan dibagi menjadi dua, yang pertama untuk asuransi dan satunya lagi untuk investasi. Hasil asuransi berbasis investasi biasanya dapat dinikmati dalam waktu yang cukup lama, yaitu mulai dari jangka waktu minimal 10 tahun.

Siap Terjun di Bisnis Investasi?

Bisnis investasi merupakan salah satu cabang usaha yang tidak hanya membantu Anda untuk melindungi kekayaan. Tetapi juga dapat meningkatkannya jika strategi yang digunakan sudah tepat. Namun untuk dapat sukses di bidang tersebut, Anda perlu jeli untuk membidik peluang. Terutama dalam hal menentukan tujuan investasi, sekaligus mengetahui resiko dan kemungkinan yang akan dihadapi.

Dengan mengetahui tujuan serta resiko yang akan dihadapi, maka Anda dapat menentukan jenis bisnis investasi di Indonesia mana yang paling tepat dan paling sesuai. Bagaimana, apakah Anda sudah siap untuk terjun di bisnis investasi tahun ini?

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+