Perhatian Kepada Nelayan, Pemko Lhokseumawe Berikan Asuransi

 Perhatian Kepada Nelayan, Pemko Lhokseumawe Berikan Asuransi

Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, menyerahkan kartu asuransi kepada nelayan Kota Lhokseumawe. Foto Istimewa

Sebagai bentuk perhatian dan memberikan jaminan kesehatan, Pemerintah Kota Lhokseumawe memberikan kartu asuransi gratis kepada nelayan di kota tersebut. Kartu Asuransi Nelayan itu,  disalurkan melalui PT Asuransi Jasa indonesia (Jasindo).

Asuransi yang diberikan tersebut, meliputi pertanggungan akibat kecelakaan, kematian akibat selain kecelakaan, cacat tetap, dan biaya pengobatan. Sehingga kalangan nelayan Lhokseumawe bisa memperoleh jaminan kesehatan dengan baik.

Pada tahun 2019 lalu, Pemerintah Kota Lhokseumawe telah menyerahkan 1.600 kartu asuransi kepada nelayan dan pada tahun 2020, Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad kembali menyerahkan kartu asuransi kepada nelayan di Aula Setdako.

Baca juga :  Dinkes: Perilaku Masyarakat, Kunci Melawan Covid-19

Kalangan nelayan merupakan sebagai peran utama dalam menyumbang ketahanan pangan, sehingga harus dilindungi secara maksimal. Salah satu caranya adalah dengan memberikan asuransi.

Asuransi Nelayan merupakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Nelayan yang diberikan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui APBK Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Lhokseumawe, Marzuki mengatakan, program jaminan perlindungan atas resiko nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam telah ditetapkan melalui peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor : 18 Tahun 2016.

Baca juga :  Strategi  Pemko Lhokseumawe Menangani Pendemi  Covid-19

 Dengan landasan tersebut Pemerintah Kota Lhokseumawe, akan terus berupaya mewujudkan kesejahteraan bagi para pelaku utama di sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu dari tiga pilar utama pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.

“Target Asuransi Nelayan Tahun 2020 sebanyak 1000 nelayan, mencakup 4 kecamatan : Banda Sakti, Muara Dua, Muara Satu dan Blang Mangat. Terbagi dalam 2 tahap, tahap I : 628 nelayan, tahap II : 372 nelayan,” ujar Marzuki.

Data nelayan tersebut setelah hasil verifikasi Dinas beserta penyuluh perikanan yang ada disetiap kecamatan, nelayan- nelayan tersebut yang sudah terdata dalam KUSUKA (kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan).

Baca juga :  Lhokseumawe Berlakukan Rapid Test Gratis

 Kartu tersebut telah di entry secara online oleh penyuluh perikanan dan mempunyai KTP sebagai Nelayan perikanan. Kusuka merupakan bagian dari satu data Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : 39 Tahun 2017.program pemberian kartu nelayan  oleh Pemko Lhokseumawe sebuah terobosan baru pemko Lhokseumawe ,semoga program ini dapat berlanjut.[Adv]

Berita terkait