Yusnidar, Janda 9 Anak: Allah SWT mengutus Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

 Yusnidar, Janda 9 Anak: Allah SWT mengutus Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

Banda Aceh | Samudrapost.com – Kurang lebih 10 tahun Yusnidar (49) tinggal di gubuk reot bersama 9 anak-anaknya, di Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, akhirnya mimpi dan doanya terwujud. Allah SWT mendengar ‘rintihan hati’ Yusnidar, seorang ibu sekaligus ayah bagi 9 anak-anaknya melalui ‘tangan dingin’ Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, yang membedah ulang rumah keluarga miskin tersebut.

Bahkan Yusnidar, tak mampu berkata apa-apa, di saat tali penutup yang menyekat bagian rumah barunya itu ditarik oleh Wali Kota Aminullah dan Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, sehingga tersibak seluruh bangunan rumah.

Sujud syukur dan tangisan Yusnidar bersama 9 anak-anaknya tak mampu terbendung. Gubuk reotnya yang dulu dalam 10 hari terganti rumah baru yang sangat-sangat layak huni, jauh dari angan dan impiannya selama ini.

“Allah mendengarkan doa kami dan anak-anak. Allah SWT mengutus Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan bapak-bapak yang sangat baik ini, dari Bank Aceh Syariat dan pak Kontraktor yang siang malam. Semoga Allah melipatgandakan rezeki dan melancarkan segala urusannya dunia dan akhirat,” ungkap Yusnidar yang diwawancarai khusus Serambinews.com, Senin (30/11/2020).

Baca juga :  Lhokseumawe Mulai Terapkan Istilah Baru Dalam Penanganan Covid-19

Selama ini, ungkapnya ia menjadi binatu (buruh cuci) kain para warga yang memintanya. Sehingga mimpi dan harapannya bisa memiliki rumah yang sangat layak huni, tidak terbayangkan sedikit pun. “Tapi, saya selalu bilang sama anak-anak, jangan putus shalat dan berdoa nak. Insya Allah, suatu saat akan indah pada waktunya,” sebutnya.

Rasa terima kasihnya juga tak terhingga kepada Kepala DLHK3, Hamdani Basyah yang juga warga setempat, serta perangkat Gampong Neusu Aceh dan aparat Kecamatan Baiturrahman, yang begitu peduli dan perhatian selama Program Bedah Rumah Gemilang (Pro Bergemilang) itu menjadi fokus Wali Kota Banda Aceh.

“Selama gubuk kami dibuat ulang menjadi rumah yang sangat layak, kami sekeluarga tinggal di rumah Pak Hamdani Basyah. Semua kebutuhan anak-anak selama kami tinggal di sana, lebih dari cukup. Allah lah yang mampu membalasnya,” ungkap Yusnidar yang mengaku masih seperti mimpi mendapatkan rumah baru di tanahnya itu.

Baca juga :  Di Aceh, Warga Gerebek 6 Pria dan 2 Wanita Dalam Satu Mobil

Di satu sisi 9 anak-anak Yusnidar yang ikut menyaksikan proses penyerahan rumah baru mereka dari Pemko Banda Aceh, juga tak mampu menyeka air matanya. Bahkan dari anak Yusnidar yang tertua, Riskana Putri kelahiran 1992 dan adik perempuan yang paling kecil 1992, sebentar-bentar ingin melihat rumah baru mereka.

“Saya jualan bubur, sementara adik-adik kerja serabutan dan bangunan. Kami berusaha membantu meringankan beban mamak selama ayah sudah tidak lagi bersama kami,” ungkap Riska meneteskan air matanya.

Ia sendiri tidak dapat mengucapkan apapun, selain kebahagiaan yang luar biasa. Rumah baru yang sangat layak huni itu, menjadi impian yang sangat besar bagi mereka. Bahkan seluruh perabotan rumah, mulai lemari, ranjang, sofa, televisi, kamar mandi keramik, kulkas sampai sudah terpasang air bersih dari PDAM Tirta Daroy di luar dugaan mereka.

Baca juga :  Anggota DPR Aceh Ini, Evakuasi Wanita Hamil Yang Terkepung Banjir

“Terima kasih pak wali, kepada Bank Aceh Syariah juga, pak Haizir Sulaiman. Lalu terima kasih kami kepada kontraktor yang tidak mencari untung sama sekali. Kepada Pak Keuchik dan seluruh perangkat Gampong Neusu Aceh serta warga sini dan kepada Pak Hamdani Basyah yang sudah banyak berbuat sama kami. Kepada pihak lain yang tidak mampu kami sebutkan satu persatu, termasuk dari Kecamatan Baiturrahman, kami ucapkan terima kasih,” pungkas Rizka.

Hadir saat penyerahan rumah baru Program Bedah Rumah Gemilang (Pro Bergemilang) itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Plt Sekdako Banda Aceh, Muzakkir Tulot, Pemimpin Bank Aceh KPO, Fadhil Ilyas,, Camat Baiturrahman, M Rizal SSTP, serta para asisten dan Kepala SKPD Banda Aceh serta berbagai pihak lainnya.[serambi]

Berita terkait