Strategi  Pemko Lhokseumawe Menangani Pendemi  Covid-19

 Strategi  Pemko Lhokseumawe Menangani Pendemi  Covid-19

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, saat memberikan masker gartis kepada pengguna jalan | Foto: Dokumentasi Humas Pemko Lhokseumawe

Pandemi virus corona atau Covid-19 masih saja terus bertahan, bahkan angka penularannya masih tergolong tinggi dan belum ada menunjukkan angka minus. Maka untuk mengatasi berbagai persoalan itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe meluncurkan banyak strategi dan regulasi untuk mencegah penyebaran covid-19 di kota yang pernah dijuluki petro dolar itu.


Agar menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat untuk selalu menggunakan masker, maka Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Lhokseumawe Nomor 24 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Penggunaan masker merupakan salah cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19, sehingga Pemerintah Kota Lhokseumawe memandang akan pentingnya kesadaran menggunakan masker di kalangan masyarakat.


 

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya mengatakan, tujuan dikeluarkannya Perwal Nomor 24 tahun 2020, adalah untuk memperkecil penyebaran virus corona di kota tersebut, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terpapar virus yang berasal dari Wuhan, China.

Saat sekarang ini, kita semua sedang menuju masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), maka harus selalu menggunakan masker dalam aktivitas sehari-hari, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Baca juga :  Kapolres dan Wakapolres Pidie Jaya Positif Corona

 “Kita saat ini bergerak menuju masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), maka salah satu poin peting yang harus dilakukan oleh masyarakat, yaitu mengenai persoalan masker. Setiap keluar rumah maka harus selalu gunakan masker,” ujar Suaidi Yahya.

Suaidi Yahya mengatakan , maka disusunlah Perwal Lhokseumawe Nomor 24 tahun 2020, mengatur tentang upaya memasyarakatkan penggunaan masker dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Maka dengan adanya reregulasi tersebut, apabila ada masyarakat yang tidak menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah, maka akan dikenakan sanksi tegas. Sanksi itu berlaku untuk siapa saja yang melanggar.

“Jadi bagi siapa pun yang melanggar akan mendapatkan sanksi, bentuk sanksinya berupa teguran, kerja sosial atau membersihkan sejumlah sarana umum,” tutur Suaidi Yahya.

Tambahnya, perwal tersebut juga berlaku bagi kalangan pelaku usaha, maka seluruh petugasnya wajib menggunakan masker saat memberikan pelayanan kepada para pelanggan yang datang.

Bahhkan juga harus menyediakan fasilitas untuk cuci tangan dan apabila ada pelanggan yang berkunjung tidak menggunakan masker, maka berhak untuk tidak dilayani.  Apabila pemilik cafe tetap melayaninya, maka akan mendapatkan sanksi tegas.

Baca juga :  Pasien C-19 Di Aceh Meninggal Dunia

“Ada beberapa sanksi yang diberikan, baik berupa teguran tertulis dan sampai pada pencabutan izin. Perwal ini berlaku hingga sampai pandemi virus corona atau Covid-19 berakhir,” kata Suaidi Yahya.

Apa Yang Dilakukan Wali Kota Lhokseumawe Sudah Tepat

Kebijakan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, yang mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Lhokseumawe Nomor 24 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019, dinilai sudah tepat.

Akademisi Universitas Malikussaleh Teuku Kemal Fasya mengatakan, dengan adanya perwal tersebut, maka bisa mendisiplinkan masyarakat untuk menggunakan masker dan melakukan razia secara itensif.

“Dengan dikeluarkannya Peraturan Wali Kota (Perwal) Lhokseumawe Nomor 24 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 ini, maka apa yang dilakukan oleh Wali Kota Lhokseumawe sudah tepat,” ujar Kemal.

Kemal menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, juga sejalan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Apabila dilihat di lapangan saat sekarang ini, maka telah melibatkan semua pihak untuk melakukan razia masker, maka ketika ada yang mendapatkan sanksi denda, maka dimanfatkan untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga :  Ada Vaksin Covid-19 Palsu, Isinya Hanya Air Garam

“Dengan adanya perwal tersebut, juga berdampak bagi mendisiplinkan masyarakat untuk menggunkan masker dan kebijakan ini juga sejalan dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat,” kata Kemal.

Sinergi

Kegiatan penanganan covid-19 di Kota Lhokseumawe dilaksanakan secara terpadu dan sinergitas yang didalamnya Polri, TNI, Pemko Lhokseumawe, dari pihak Polres Lhokseumawe juga melaunchong  “Tim Peucrok” bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) , sejak Launching tim peucrok inilah kegiatan mendisiplinkan masyarakat terhadap prokes semakin intensif dilaksanakan tim gabungan TNI/Polri dan Satpol PP yang berlangsung siang dan malam, baik di jalan jalan protokol, pasar pasar, kafe kafe dan tempat keramaian lainnya , kegiatan ini dilakukan setiap hari dua kali siang dan malam.

Dengan kegiatan razia ini, petugas mendapati jumlah masyarakat yang melanggar prokes semakin sedikit, inilah harapan semua kita agar penyebaran virus corona di Kota Lhokseumawe yang berpenduduk 200 ribu ribu menjadi zero (nihil).[adv]

Komentar Facebook

Berita terkait