Pejabat Aceh Yang Dibekuk Bersama Perempuan Di Medan, Ternyata Usai Pesta Narkoba

 Pejabat Aceh Yang Dibekuk Bersama Perempuan Di Medan, Ternyata Usai Pesta Narkoba

Pejabat Aceh Tenggara Tertangkap Pakai Narkoba di Medan | Sumber Foto: merdeka.com

Medan | Samudrapost.com – Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap 3 pejabat Pemkab Aceh Tenggara usai keluar dari tempat hiburan malam bernama ZP di Kota Medan. Ketiganya diduga baru melakukan pesta narkoba.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan ketiga oknum pejabat Pemkab Aceh Tenggara yang diringkus berinisial R, Z, dan S. Mereka diringkus bersama 5 rekan lainnya.

Total ada 8 orang yang ditangkap polisi. Dari jumlah itu, polisi menetapkan 6 tersangka, termasuk 3 oknum pejabat di Pemkab Aceh Tenggara itu. Musababnya, hasil tes urine ketiganya positif dan ditemukan barang bukti pil ekstasi.
“Enam orang ini positif (narkoba) dan ditetapkan jadi tersangka,” ujar Riko dalam paparanya di Mapolrestabes Medan, Rabu (30/9).

Penangkapan terhadap oknum pejabat Pemkab Aceh Tenggara ini, berawal dari laporan yang diterima Satresnarkoba Polrestabes Medan, Sabtu (26/9).

Baca juga :  Luna Maya Menikah Dengan Berondong 26 Tahun

Informasi itu menyebutkan ada sekelompok orang diduga melakukan pesta narkoba di karaoke ZP. Polisi melihat kelompok itu masuk ke ZP sekitar pukul 21.00.

Dari pengamatan polisi ada 6 pria dan 2 perempuan di kelompok itu. Kemudian sekitar pukul 00.30 WIB para tersangka ditangkap.

“Saat kelompok masyarakat itu ke luar dari tempat hiburan, kemudian kita buntuti mereka. Kemudian di TKP penangkapan, di depan salah satu hotel (bernama) GK di Kota Medan anggota melakukan penindakan terhadap 8 orang tersebut,”ujar Riko.

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan ditemukan 1 butir ekstasi. Mereka juga mengaku menggunakan narkoba. Total dari pengakuan mereka ada 6 butir pil ekstasi yang mereka miliki saat masuk ke tempat karaoke.

Baca juga :  Ini Tarif PSK Online Di Aceh

Dari hasil pemeriksaan para tersangka mengaku datang ke Medan dari Aceh untuk menjenguk istri bupati Aceh Tenggara yang sakit. Jarak kedua kota ini sekitar 450 km.

“Mereka (ini) warga Aceh Tenggara. Ke sini ke Kota Medan dalam rangka menjenguk Ibu Bupati, istri bupati yang sakit jantung atau COVID-19. (Itu) Menurut mereka,” ujar Riko.

Riko menjelaskan dari 6 tersangka yang diamankan 3 lainnya merupakan sopir dan pihak swasta. Soal posisi 3 pejabat yang ditangkap, Riko tidak menyebutnya secara gamblang.

Ia langsung bertanya ke ketiga pejabat Aceh Tenggara tersebut saat paparan.

Pada kesempatan itu S mengaku sebagai staf di Setdakab Aceh Tenggara, Z sebagai Kabid Keuangan di Aceh Tenggara sedangkan R memiliki jabatan Kadis Perdagangan.

Baca juga :  Ini Kronologis Pejabat Aceh Yang Ditangkap Bersama Wanita Di Medan

“(Saya) Bekerja di Dinas Perdagangan sebagai kadis,” sebut R kepada polisi.

Terancam Dipenjara dan Denda Miliaran Rupiah

Atas perbuatannya, mereka disangkakan dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Jo 132 UU tentang narkotika.

Bunyi Pasal 114 (1) UU Narkotika adalah: Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).[kumparan]

Berita terkait