Polisi Aceh Amankan Lima Pelaku Illegal Logging

 Polisi Aceh Amankan Lima Pelaku Illegal Logging

Lhokseumawe – Personel Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur, mengamankan lima orang pelaku illegal logging atau penebangan hutan secara liar, di Desa Sijudo, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Paur Humas Polres Aceh Timur, Bripka Kamil mengatakan, sejumlah barang bukti yang diamankan berupa, beberapa batang kayu bulat lebih dari setengah ton, kayu berbagai jenis dan ukuran, serta alat-alat yang digunakan dalam kegiatan illegal logging tersebut.

Baca juga :  Kapal Aceh Hebat Akan Segera Berlayar

“Kelima pelaku yang diamankan berinisial NZ, 40 tahun, BS, 36 tahun, MR, 43 tahun, SF, 20 tahun dan AR, 22 tahun, kelimanya merupakan warga Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur,” ujar Kamil, Jumat, 4 September 2020.

Kamil menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa dilokasi tersebut adanya dugaan praktik illegal logging, sehingga sejumlah personel langsung mendatangi lokasi.

Sebagian personel terlebih dahulu berangkat melalui jalan darat, yaitu  dari wilayah hukum Polsek Indra Makmu hingga sampai ke desa yang dimaksud, kemudian dilakukan penyisiran di sekitar hutan dan benar ditemukan kelima pelaku yang sedang melakukan aktifitas penebangan pohon.

Baca juga :  Setubuhi Gadis 16 Tahun, Pemuda Aceh Terancam Cambuk 90 Kali

“Kayu yang telah dipotong tersebut, diolah menjadi kayu papan dengan menggunakan alat pembelah batang kayu, yang telah dimodifikasi menggunakan mesin mobil. Selain itu, dalam kegiatan illegal logging tersebut, juga menggunakan alat berat Jonder untuk menarik kayu-kayu,” tutur Kamil.

Baca juga :  Zakat Adalah Solusi Disaat Badai Corona

Tambahnya, menurut pengakuan kelima pelaku itu, mereka hanya bekerja saja, sementara BM dan AD diduga sebagai pemodal dan pemilik kegiatan illegal logging tersebut. Selanjutnya pelaku beserta kayu-kayudibawa ke Polres Aceh Timur.

“Hal ini bertujuan untuk penyelidikan lebih lanjut, dan AD dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Kamil.[TR]

Berita terkait