Pengamat: Gebrakan Masker Aceh Mengundang Bencana

 Pengamat: Gebrakan Masker Aceh Mengundang Bencana

Model Jepang ubah bra menjadi masker | Foto liputan6.com


Lhokseumawe – Dalam mendukung program Gerakan Masker Aceh, maka Pemerintah Aceh akan mengerahkan 11.452 Aparatur Sipil Negara dan 8.283 kelompok masyarakat, sehingga hal tersebut dinilai tidak tepat sasaran.

Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Nasrul Zaman mengatakan, seharusnya gerakan tersebut dilakukan dengan memberdayakan struktur pemerintah yang ada, kemudian dibantu oleh keterlibatan ormas, LSM dan lembaga pendidikan tinggi.

“Pemerintah Kabupaten kota, kecamatan, kemukiman hingga pemerintah desa dan didukung oleh puskesmas, adalah pihak yangg menjadi penggerak penggunaan masker, sehingga bisa lebih tepat sasaran,” ujar Nasrul Zaman, Rabu, 2 September 2020.

Baca juga :  Waspadai, 9 Daerah Di Aceh Berpotensi Kekeringan

Nasrul Zaman menambahkan, apabila seandainya  didukung oleh berbagai Ormas agama, LSM dan lembaga pendidikan yang ada di wilayah masing-masing, pastilah gerakan Gebrak Masker menjadi suatu hal yang sangat positif.

Tapi sayang, gebrak masker yangg dilakukan pemerintah Aceh, hanyalah berupa pesan kosong tanpa metode yangg baik, apalagi ribuan orang yg terlibat tersebut tidak pernah dilatih menjadi tenaga penyuluh kesehatan, terutama tentang virus corona.

Baca juga :  Diduga Akibat Potong Besi, Area Pabrik AAF Terbakar

“Entah ide siapa dan bagaimana gagasan ini bisa muncul telah menjadi semangat bersama Pemerintah Aceh, sehingga pada 4 September 2020, memerintahkan 19.735 orang dikerahkan ke seluruh Aceh untuk memasifkan penggunaan masker di masyarakat,” tutur Nasrul.

Tambahnya, pengerahan sebegitu banyak orang ke seluruh pelosok penjuru Aceh, harusnya tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya adalah kewajiban swab PCR bagi seluruh anggota yangg terlibat.

Baca juga :  Lagi, Warga Lhokseumawe Meninggal Dunia Akibat Covid-19

“Hal ini tidak bisa ditawar-tawar, karena semua kita tidak ingin warga yang seharusnya jauh dari potensi covid-19, malah menjadi terpapar karena ulah pemerintah itu sendiri. Akhirnya gebrak masker adalah upaya pemerintah aceh mengundang bencana belaka,” kata Nasrul Zaman.[TG]

Berita terkait