Pemko Lhokseumawe Akan Bangun Ruang IGD Di Lokasi Penampungan Rohingya

 Pemko Lhokseumawe Akan Bangun Ruang IGD Di Lokasi Penampungan Rohingya

Pengungsi Rohingya saat terdampar di Kota Lhokseumawe, beberapa waktu yang lalu | Foto: Khalilullah, Samudrapost.com

Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Satuan Tugas penanganan Imigran Rohingya, akan membangun ruang Instalasi gawat Darurat (IGD), di lokasi penampungan Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, T Adnan mengatakan, hal tersebut dilakukan karena, ada sebagian Imigran Rohingya yang terdampar di Pantai Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, kondisinya masih sangat lemah.

“Dengan adanya ruang IGD tersebut, nantinya akan disediakan tempat tidur, perawat dan sejumlah obat-obatan lainnya, sehingga apabila ada Imigran Rohingya yang sakit bisa lebih cepat ditangani,” ujar T Adnan.

Baca juga :  Kota Lhokseumawe Tunda Sistem Belajar Tatap Muka

T Adnan menambahkan, apabila nantinya harus dirujuk ke rumah sakit, maka bisa juag segera dilakukan, karena seluruh perangkat dan fasilitas telah tersedia dan jika perlu diopname maka akan dilakukan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang Imigran Rohingya yang ditampung di Gedung BLK, Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh kembali meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia.

Baca juga :  Mulyadi, Wartawan Aceh Utara Peroleh Terbaik I Lomba AJP 2020 Sumbagut

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia, Jalaluddin mengatakan, imigran Rohingya yang meninggal tersebut, bernama Hilal, 21 tahun. Dirinya meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan.

“Berdasarkan hasil diangnosa dokter, Hilal meninggal dunia akibat sakit sesak napas dan penyakit hernia. Imigran Rohingya itu, juga sudah tiga hari menjalani perawatam dirumah sakit ini,” ujar Jalaluddin.

Baca juga :  Aceh Berpotensi Terjadi Angin Kencang, Kecapantannya Mencapai 100 Km/ Jam

Jalaluddin menambahkan, Hilal satu dari empat Rohingya yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Mayoritas mereka mengeluh sesak nafas.

Sehari sebelumnya, Nur KHalimah, 21 tahun, Rohingya asal Myanmar juga meninggal dunia dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuta Blang, Lhokseumawe.[TR]

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+