Pemerintah Aceh Dinilai Tidak Transparan Mengenai Dana Covid-19

 Pemerintah Aceh Dinilai Tidak Transparan Mengenai Dana Covid-19

Foto Uang | Foto Sumber: akseleran.co.id/

Lhokseumawe – Pemerintah Aceh dinilai tidak transparan mengenai pengalokasian dana untuk penanganan virus corona atau Covid-19, sehingga kalangan publik banyak mempertanya tentang hal itu.

Akademisi Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Pasya mengatakan, seharusnya Pemerintah Aceh membuka Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), sehingga publik mengetahui kemana saja di alokasikan.

“Apabila DPA ini dibuka, maka siapa saja bisa melihat bagaimana pola implementasinya selama ini. Jangan sampai ada ruang yang memuncukan kasus korupsi dan itu yang paling harus dilihat,” ujar Kemal Pasya.

Baca juga :  Mahfud MD Nyatakan Fatwa MUI Tidak Harus Diikuti

Kemal menambahkan, recofusing anggaran tersebut, tentunya juga banyak mengobarkan beberapa program-program lainnya, maka cukup penting implementasi anggaran itu harus diketahui publik.

Saat sekarang ini Pronvisi Aceh sudah beranjak dari daerah nomor dua termiskin di Sumatera dan hal tersebut bukan prestasi, yang harus dilihat dari dana Covid-19 yang besar, bagaimana caranya agar menjaga keselamatan masyarakat Aceh dari virus mematikan ini.

Baca juga :  Sabar Ya, Vaksin Corona Baru Selesai Pada Tahun 2021

“Kedua hal yang kedua yang tidak kalah penting adalah mencari ruang untuk program-program kesejahteraan masyarakat dan kedua hal itu harus bisa berjalan, meskipun tidak seimbang,” tutur Kemal.

Baca juga :  Sekda Langsa, Aceh Positif C-19

Tambahnya, saat sekarang ini banyak mempertanyakan tentang recofusing anggaran dan mengapa sampai tertutup. Setiap anggaran pemerintah yang berjalan, maka dpr juga harus memonitoringnya.

“apabila pengawasan dan monitoringnya lemah, maka sangat rawan sekali untuk terjadinya korupsi. Maka Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA/DPRD), harus maksimal lagi melakukan pengawasan anggaran tersebut,” kata Kemal Pasya.[TR]

Berita terkait