Pemerintah Aceh Diminta Tutup Pertambangan Emas Illegal

 Pemerintah Aceh Diminta Tutup Pertambangan Emas Illegal

Lhokseumawe – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, meminta Pemerintah Aceh, agar segera menutup pertambangan emas illegal di kawasan Anoe, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Eksekutif Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan, lokasi pertambangan illegal tersebut berada dalam kawasan hutan lindung dan merusakan bantaran sungai woyla  seunagan.

“Kecamatan Sungai Mas berada pada DAS Woyla, yang merupakan bagian dari Wilayah Sungai (WS) Woyla – Bateue. Kawasan Krueng Woyla  melintasi Desa Tutut dan Lancong memiliki potensi sumber emas,” ujar Muhammad Nur, melalui siaran persnya.

Baca juga :  Bupati Di Aceh Diancam Bunuh Oleh Wakilnya

Muhammad Nir mengatakan, di dalam pasal 23 dan pasal 24 Qanun (Perda) Aceh Barat Nomor 1 Tahun 2013 Tentang RT RW Kab. Aceh Barat,  disebutkan Kawasan Krueng Woyla – Seunagan  merupakan kawasan  lindung wilayah sungai.

Meskipun telah ditetapkan sebagai kawasan lindung, fakta di lapangan telah terjadi pertambangan emas ilegal di kawasan tersebut, aktivitas pertambangan ilegal merupakan pelanggaran Pasal 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca juga :  Hebatnya Gunung Krakatau

“Aktifitas pertambangan ilegal juga melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Semua praktek pertambangan harus memiliki izin dan harus sesuai dengan kebijakaan rencana tata ruang daerah,” tutur Muhammad Nur.

Baca juga :  Plt Gubernur Dukung Program Bank Internasional di Aceh

Tambahnya, meskipun Pemerintah Aceh Barat sudah melakukan imbauan atau larangan terkait dengan pertambangan illegal, pada kenyataannya aktifitas pertambangan masih terjadi dan  memasuki alat berat dalam kawasn hutan lindung.

“Akan tetapi hingga saat ini, tidak ada penindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh. supaya kegiatan pertambangan illegal tidak lagi terjadi dalam kawasan hutan lindung,” kata Muhammad Nur.[TR]

Berita terkait