Pasien C-19 Di Aceh Meninggal Dunia

 Pasien C-19 Di Aceh Meninggal Dunia

Petugas Medis yang menanganis pasien corona | Sumber Foto: www.liputan6.com

Lhokseumawe – Salah seorang pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 asal Aceh Utara, meninggal dunia pada Rabu, 9 September 2020, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin Banda Aceh.

Pasien tersebut dinyatan positif terinfeksi corona, setelah petugas medis rumah sakit tersebut mengambil sampel swab dan hasilnya dinyatakan positif. Sehingga harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi.

Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Ner Mahzar mengatakan, dalam sepekan terakhir sudah dua orang warga kabupaten setempat yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca juga :  Pemerintah Aceh Dinilai Tidak Transparan Mengenai Dana Covid-19

“Jenazah dibawa pulang dengan menggunakan mobil ambulans dan langsung ke rumah duka. Setelah dirumah, petugas dinas kesehatan yang memakai Alat Pelindung Diri (APD), menuju ke lokasi untuk proses dikebumikan,” ujar Ner Mahzar.

Ner Mahzar menambahkan, prosesi pemakaman jenazah tersebut, juga dibantu oleh personel kepolisian yang menggunakan Alat Pelindung Diri dan sesuai dengan protokol kesehatan atau protokol Covid-19.

Baca juga :  Bolos Sekolah, 5 Siswa Aceh Timur Dibawa ke Polsek

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasien positif C-19 di Aceh bertambah sebanyak 106 orang pada Kamis, 10 September 2020. Sehingga, secara akumulasi, total pasien C-19 di Tanah Rencong menjadi 2257 kasus.

Selain itu, hari ini juga terdapat 2 pasien C-19 yang meninggal dunia. Keduanya masing-masing berasal dari Kabupaten Bireuen dan Kota Banda Aceh.

Baca juga :  Ketika Orang Tua Antarkan Anaknya Untuk Dicambuk

Hal tersebut berdasarkan data yang diupdate di website Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Kamis, 10 September 2020 pukul 15.19 WIB. Dari jumlah itu, 1.460 di antara masih menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri, 700 sudah sembuh dan 87 meninggal dunia.

Data tersebut juga menyebutkan, 106 pasien tambahan itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Rinciannya adalah, Kota Banda Aceh menjadi daerah penyumbang terbanyak, yakni 46 orang.[TR]

Berita terkait