Lhokseumawe Mulai Terapkan Istilah Baru Dalam Penanganan Covid-19

 Lhokseumawe Mulai Terapkan Istilah Baru Dalam Penanganan Covid-19

Lhokseumawe | Samudrapost.com – Dalam rangka mempercepat penangananan pandemi virus corona atau Covid-19, kini mulai menerapkan istilah baru dan diharapkan bisa mendukung dan mempercepat penanganan virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar mengatakan, hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19,

Baca juga :  Kegigihan PDI-Perjuangan Aceh Serahkan Bantuan Untuk Banjir Bandang

“Istilah baru yang digunakan yaitu, kasus suspek, kasus probable, kontak erat, kasus konfirmasi (simptomatik dan asimptomatik), kemudian pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi dan kematian,” ujar Said Alam, Selasa (1/9/2020).

Said Alam menambahkan, istilah baru tersebut merupakan menggantikan istilah-istilah sebelumnya, seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca juga :  Cuma Dalam Waktu 1 Bulan, 4. 557 Orang Positif Corona serta 399 Meninggal di Indonesia

Begitu juga dengan pasien konfirmasi tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang dan gejala berat/kritis dinyatakan sembuh, apabila telah memenuhi kriteria selesai isolasi, serta dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan berdasarkan penilaian dokter.

Baca juga :  Istri Bupati Bireuen Positif Terpapar Virus Corona

“Untuk pasien konfirmasi dengan gejala berat atau kritis, dimungkinkan memiliki hasil pemeriksaan tindak lanjut RT-PCR positif. Hal itu disebabkan pemeriksaan RT-PCR masih dapat mendeteksi bagian tubuh Covid-19 walaupun virus sudah tidak aktif lagi,” tutur Said.

Berita terkait