Kepala Sekolah Di Aceh Meninggal Dunia Akibat Covid-19

 Kepala Sekolah Di Aceh Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Petugas Medis yang menanganis pasien corona | Sumber Foto: www.liputan6.com

Lhokseumawe – Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Lhokseumawe, berinisial N, 55 tahun, meninggal dunia akibat terpapar virus corona atau Covid-19, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Jalaluddin mengatakan, pasien tersebut masuk kerumah sakit pada Jumat, 11 September 2020, dengan keluhan sesak dan demam tinggi.

“Beliau masuk ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan demam tinggi, jadi langsung ditangani oleh tim dokter di ruang isolasi dan memang positif terpapar virus corona berdasarkan hasil swab,” ujar Jalaluddin.

Baca juga :  Warisan Budaya Subak dan Google Doodle Hari Ini

Jalaluddin menambahkan, pasien tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 09.15 WIB pagi tadi dan pihaknya langsung berkordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 Kota Lhokseumawe.

Saat sekarang masih ada 7 pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi dirumah sakit tersebut, yang masih menjalani isolasi tersebut bukan hanya warga Kota Lhokseumawe, juga berasal dari sejumlah daerah lainnya.

Baca juga :  12 April, 373 Orang Meninggal Akibat Corona di Indonesia

“Jadi kami telah telah menyerahkan jenazah kepada tim gugus tugas Covid-19 Kota Lhokseumawe dan bersama pihak keluarga, untuk dikebumikan. Saat ini masih ada 7 orang yang menjalani isolasi di rumah sakit,” tutur Jalaluddin.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Abdul Azis Syah Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, dr Dharma Widya, meninggal dunia akibat terpapar virus corona atau Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur, dr Edi Gunawan mengatakan, adanya dugaan dr Dharma Widya terpapar virus corona, dari salah satu pasien yang berobat ke rumah sakit tersebut.

Baca juga :  Ancam Camat, Pria Bersenjata Api Ditangkap Polisi

“Beliau meninggal tadi malam, (Kamis, 10 September 2020), sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut dugaan, beliau terpapar virus tersebut dari salah seorang pasien yang berobat ke (RSUD) Sultan Abdul Azis Syah Pereulak,” ujar Edi, Jumat, 11 September 2020, ketika dihubungi melalui telepon seluler.[TR]

Berita terkait