Banyak Warga Aceh Yang Di PHK Di Malaysia

 Banyak Warga Aceh Yang Di PHK Di Malaysia

Lhokseumawe – Akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda ke berbagai belahan dunia, menyebabkan dunia usaha terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerjanya dan hal tersebut juga dialami oleh masyarakat Aceh yang bekerja di Malaysia.


Ketua Perkumpulan Masyarakat Aceh di Malaysia, Bukhari mengatakan, saat sekarang ini memang kondisinya sudah mulai terbukan dan tidak terikat saat diberlakukannya lock down beberapa bulan yang lalu.

Baca juga :  Antisipasi Corona, Wali Kota Lhokseumawe Pimpin Penyemprotan Disinfektan Seluruh Kota

“Kini kondisinya memang lebih terbuka dan tidak ketat saat diberlakukan lock down beberapa waktu yang lalu, hanya saja beberapa tempat masih diperketat karena kondisinya masih ada yang terjangkit virus tersebut,” ujar Bukhari, ketika dihubungi melalui telepon seluler.


Bukhari menambahkan, saat sekarang ini banyak masyarakat Aceh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), akibat pandemi Covid-19 karena banyak perusahaan yang mengurangi pegawainya.

Baca juga :  Polisi Aceh Tangkap Angen Judi Online Kamboja

Maka diperkirakan, ada sekitar 40 persen masyarakat Aceh yang bekerja di Malaysia menerima PHK, sehingga kondisi mereka saat sekarang ini sangat miris sekali karena tidak memiliki pekerjaan.

“Coba bayangkan saja, ada salah seorang kepala keluar yang menerima PHK dan kondisinya sangat miris sekali, harus sewa rumah dan menanggung beban keluarnya. Semoga saja kondisi ini segera berakhir,” tutur Bukhari.

Baca juga :  Selama 2020, Polres Lhokseumawe Pecat Lima Personel

Tambahnya, pada saat diberlakukan lock down beberapa waktu yang lalu, memang banyak yang tidak bisa bekerja, karena harus selalu berada di rumah dan sekarang ini kondisinya telah berbalik.

“Semoga saja mereka semua bisa mendapatkan pekerjaan yang baru dan kondisinya bisa normal kembali seperti sebelumnya,” kata Bukhari.[TR]

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+