Akademisi: Peran Pemerintah Aceh Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 Masih Kurang

 Akademisi: Peran Pemerintah Aceh Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 Masih Kurang

Relawan PMI Kota Lhokseumawe, sedang menyemprot disinfektan di sejumlah sarana publik di kota itu. Sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona


Lhokseumawe – Pemerintah Aceh diminta untuk melakukan evaluasi kembali, tentang program-program pencegahan virus corona atau Covid-19, sehingga kedepannya tidak banyak masyarakat yang terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Akademisi Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Pasya mengatakan, saat sekarang ini terlihat bahwa, peran-peran untuk mitigasi atau pencegahan virus corona masih sangat kurang sekali.

“Disamping itu, juga perilaku masyarakat juga sangat tidak disiplin, misalkan masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah, tidak menjaga jarak dan juga tidak memberitahukan apabila mengalami gejala Covid-19,” ujar Kemal.

Baca juga :  Seorang Perawat Di Aceh Harus Diisolasi

Kemal menambahkan, kasus penyebaran virus corona di Aceh sudah super kompleks, antara supervisi dan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan peran masyarakat yang lemah menjaga kesehatan.

Pemerintah Aceh harus lebih serius kembali dalam menyusun program pencegahan virus corona, apalagi kasus corona sudah semakin bertambah dan Pronvisi Aceh sudah termasuk terinfeksi harian dalam lima besar di Indonesia.

Baca juga :  150.000 Kasus Kematian Akibat Corona

“Hal yang harus diketahui, melonjaknya angka penyebaran virus corona di Aceh dalam rentang waktu dua bulan dan itu penting untuk dilakukan evaluasi. Kalau kita pada pertengahan Maret sampai Juni hanya 20 an kasus dan di bulan Juli sudah mencapai ribuan,” tutur Kemal.

Tambahnya, Pemerintah Aceh harus melakukan evaluasi yang komprehensif, mengapa sampai dalam rentang waktu dua bulan, bisa terjadi ledakan penyebaran virus corona. Termasuk harus mengambil kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu.

Baca juga :  67 Tenaga Medis Di Langsa Terpapar Virus Corona

“Sebenarnya Gubernur Aceh itu dulu, ketika awal Covid-19 ini terjadi sempat melakukan lock down, tapi rencana lock down yang akan dilakukan selama dua bulan hanya terjadi satu minggu, ketika membuat kebijakan maka harus teguh dan tidak perlu merespon kebisingan media sosial,” kata Kemal.[TR]

Berita terkait