67 Tenaga Medis Di Langsa Terpapar Virus Corona

 67 Tenaga Medis Di Langsa Terpapar Virus Corona

Ilustrasi | Sumber Foto” tirto.id

Langsa | Samudrapost.com – Sebanyak 67 tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, terpapar virus corona atau Covid-19. Tenaga medis yang terpapar virus tersebut, mulai dari  perawat, dokter umum, spesialis dan bidan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Langsa, Yanis mengatakan, bertambahnya tenaga medis yang terpapar virus corona itu, berdasarkan hasil penelusuran tujuh dokter sebelumnya dan direktur rumah sakit tersebut, dr Fardhiyani juga ikut terpapar.

Baca juga :  Viral Lebaran Idul Fitri Dua Kali Dalam Satu Tahun, Ini Faktanya

“Saat ini tenaga medis yang terpapar virus corona itu, sedang menjalani isolasi mandiri dirumahnya masing-masing. Mengenai layanan medis di rumah sakit tetap seperti biasaya, karena itu merupakan pintu utama pelayanan kesehatan,” ujar Yanis, Selasa, 29 September 2020.

Yanis menambahkan, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah , telah menunjuk dr Helmiza Fahri, sebagai harian direktur RSUD Langsa, pada tanggal 23 September 2020, karena direktur sebelumnya terpapar Covid-19.

Baca juga :  606. 677 orang sembuh dari virus corona dan Israel Negara Teraman dari Covid-19

Dengan diangkatnya dr Helmiza Fahri tersebut, tidak menganggu fungsi manajemen rumah sakit dan bisa memberikan pelayanan seperti biasanya kepada seluruh masyarakat. Dengan harapan semuanya agar bisa sehat kembali.

“Untuk pelayanan di rumah sakit masih berjalan seperti biasanya, tentunya seluruh bagian sudah dilakukan strerilisasi. Dengan diangkatnya dr Helmiza Fahri, maka tidak menganggu pelayanan manajemen rumah sakit,” tutur Yanis.

Baca juga :  Ketika TNL AL Patroli Selat Malaka Untuk Antisipasi Corona

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Jadi kita semua tentunya berharap agar seluruh tenaga medis tersebut bisa sehat kembali dan beraktivitas seperti biasanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita semua tentunya harus selalu menerapkan protokol kesehatan,” kata Yanis.

Berita terkait