Waspadai, 9 Daerah Di Aceh Berpotensi Kekeringan

 Waspadai, 9 Daerah Di Aceh Berpotensi Kekeringan

Lhokseumawe – Akibat mulai memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Provinsi Aceh berpotensi terjadinya kekeringan, akibat curah hujan yang sangat sedikit dan menyebabkan berkurangnya debit air.


Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda, Zakaria mengatakan, saat sekarang ini wilayah Aceh sudah mulai memasuki musim kemarau.

“Suhu udara maksimum di Aceh mencapai 35 derajat celsius dan diperkirakan pada bulan Agustus mendatang terjadi puncak musim kemarau dan suhu udaranya bisa mencapai 37 derajat celsius,” ujar Zakaria, Sabtu, 13 Juni 2020.


Baca juga :  FORPEMDA: PT Pupuk Iskandar Muda Telah Khianati Masyarakat

Zakaria menambahkan, berdasarkan hasil analisa, maka ada sejumlah daerah yang berpotensi terjadinya kekeringan, seperti Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Sabang.

Daerah tersebut merupakan masuk ke dalam daerah Zona Musim, sehingga apa mulai memasuki musim kemarau, maka intensitas hujannya sangat sedikit sehingga sangat berpotensi terjadinya kekeringan.

Baca juga :  Pria 40 Tahun di Aceh, Perkosa Anak di Bawah Umur Berulangkali

“Ketika musim kemarau hujannya sangat sedikit, nantinya sudah udara juga akan bertambah pada bulan Agustus, bisa mencapai 37 derajat dan masih tergolong normal di musim kemarau,” tutur Zakaria.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan metode membakar, karena saat sekarang ini sangat banyak sekali lahan-lahan gambut yang sudah kering dan mudah terbakar.

Baca juga :  Kasus Ibu Bunuh Bayi yang Mengemparkan Aceh, Ada yang Dikubur Hidup-Hidup

“Apabila ingin membuka lahan, maka gunakanlah cara-cara yang ramah lingkungan. Kini sangat banyak sekali lahan gambut yang kering dan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta bisa saja menyebabkan terjadinya kabut asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Zakaria.[Tagar]

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+