Polisi Aceh Tangkap Angen Judi Online Kamboja

 Polisi Aceh Tangkap Angen Judi Online Kamboja

Lhokseumawe – Kepolisian Resor Langsa berhasil menangkap tiga pemain dan juga agen judi online dengan nama Sbobet di sejumlah lokasi kota itu, praktik tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kepala Kepolisian Resor Langsa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Giyarto mengatakan, masing-masing ketiga pelaku yang diamankan berinisial IA, 32 tahun, warga Desa Blang, Kecamatan Langsa Kota, Z, 43 tahun warga Desa Blang Paseh dan RA, 23 tahun, warga Desa Seulalah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Baca juga :  9 Polisi Dipecat Tidak Hormat di Aceh Tamiang, Ini Sebabnya...

“Penyedikan kasus ini karena masyarakat sudah sangat rendah dengan maraknya judi online di sejumlah warung internet, sehingga kami membagi tiga tim untuk menyelidikinya dan berhasil ditangkap tiga orang di tempat yang berbeda,” ujar Giyarto, Minggu, 28 Juni 2020.

Giyarto menambahkan, penangkapan pertama dilakukan terhadap Z di salah satu warung internet di Desa Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Kota, kemudin penangkapan kedua terhadap IA di warnet Desa Paya Bujuk Tunong, Kecamatan Langsa Baro.

Baca juga :  Ini Gejala Terbaru  Terinfeksi Virus Corona

Ketiga nya itu hanya mengambil untung dengan menjual akun Sbobet asal Kamboja, sebagai contoh, apabila ada akun yang dijual dengan harga Rp 100.000, maka dijual dengan harga Rp 110.000.

“Mereka ini ambil untung juga dengan menjual akun sbobet asal Kamboja itu. Misalnya, akun dengan harga jual Rp 100.000, mereka jual jadi Rp 110.000. Dari membeli akun ini baru bisa main judi online tersebut,” tutur Giyarto.

Baca juga :  Indonesia Diminta Tampung Pengungsi Rohingya

Tambahnya, pihak kepolisian telah menyita barang bukti berupa 10 lembar akun judi online dan tiga unit komputer, uang tunai Rp 750 ribu juga disita. Ketiganya telah dibawa ke Mapolres Langsa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“ketiga dijerat dengan peraturan daerah (qanun) Aceh nomor 6/2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman 45 kali cambuk atau denda 450 gram emas murni atau penjara minimal 45 bulan. Saat ini berkasnya segera dilengkapi,” kata Giyarto.[TG]

Berita terkait