Pengamat: Imigran Rohingya Di Aceh Harus Diuji Sampel Swab

 Pengamat: Imigran Rohingya Di Aceh Harus Diuji Sampel Swab

Lhokseumawe – Para imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara, diminta untuk segera melakukan uji sampel swab, sebagai salah satu bentuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Penagamat Kebijakan Publik Aceh Nasrul Zaman mengatakan, satu sisi para imigran Rohingya tersebut memang harus ditolong dengan baik, hal tersebut menyangkut persoalan kemanusiaan, namun tidak boleh mengabaikan protokol corona.

“Imigran Rohingya harus ditangani dengan baik dan harus mendapatkan tempat penampungan yang layak, tapi harus segera dilakukan uji sampel swab agar semuanya menjadi aman,” ujar Nasrul Zaman, Mingg, 27 Juni 2020.

Baca juga :  Masyarakat Indonesia Diminta Siap Hidup Baru Dengan Corona

Nasrul Zaman menambahkan, pada saat konflik Aceh berkecamuk, maka tidak sedikit yang mencari suaka politik ke negara-negara lain dan semuanya mendapatkan pertolongan yang baik.

Begitu juga ketika ada orang Rohingya yang terdampat di Aceh,  maka tidak boleh untuk ditolak dan harus diterima dengan baik, semuanya menyangkut persoalan kemanusiaan sehingga harus diselamatkan.

Baca juga :  Dulu Tenggelamkan Kapal China, Susi: Kenapa Sekarang Tidak Bisa?

“Ini menyangkut persoalan kemanusian dan imigran Rohingya harus diselamatkan, apalagi mereka sudah berbulan-bulan berada di laut, dengan makan yang sangat terbatas,” tutur Nasrul Zaman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Aceh telah melakukan rapid test terhadap imigran Rohingya yang terdampar di di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara dan hasilnya negatif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Amir Syarifuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan rapid test saat para imigran Rohingya dipindahkan ke tempat penampungan sementara, di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Baca juga :  Resmi Masuk Ke Indonesia, Berikut Kecanggihan Huawei P40 Pro

“Pada saat mereka tiba di tempat penampungan sementara, maka langsung dilakukan rapid test dan hasil negatif. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona,” ujar Amir, Sabtu, 27 Juni 2020.

Amir menambahkan, selain melakukan rapid test, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum, karena beberapa di antaranya dalam keadaan kondisi lemah saat dievakuasi ke darat.[Tg]

Berita terkait