Pasien Positif Corona Asal Aceh Dinyatakan Sembuh

 Pasien Positif Corona Asal Aceh Dinyatakan Sembuh

Petugas Medis yang menanganis pasien corona | Sumber Foto: www.liputan6.com

Lhokseumawe – Salah seorang pasien positif corona warga Aceh Tamiang berinisial Muk, 51 tahun, dinyatakan sembuh. Sebelumnya pasien itu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zubir Mahmud, Aceh Timur.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani mengatakan, pasien tersebut sudah dijemput oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang bersama keluarganya.

“Pasien tersebut kini sudah dinyatakan sembuh dan juga telah dijemput oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang dan bersama keluarganya,” ujar Saifullah Abdulgani, Minggu, 14 Juni 2020.

Baca juga :  Mengucur Keringat Untuk Melawan Pandemi Covid-19

Saifullah Abdulgani menambahkan, pasien yang berinisial Muk tersebut, dinyatakan sembuh setelah dua kali uji spesimen swab Balai Litbangkes Aceh dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) hasil sudah negatif. Hasil uji swab negatif itu masing-masing diperoleh pada 9 Juni dan 12 Juni 2020.

Sebagaimana diketahui, Muk memiliki riwayat perjalanan ke Medan, Sumatera Utara. Ia mengetahui positif Covid-19 usai berobat IGD RSUD Aceh Tamiang. Saat itu  Muk memiliki gejala demam tinggi dan batuk-batuk, pada 18 Mei 2020.

Baca juga :  Baru Kenal Di Facebook, Brondong Asal Aceh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita 34 Tahun

Riwayat perjalanannya ke daerah penularan virus corona itulah, maka dicurigai dan dilakukan rapid test. Hasil rapid test yang dilakukan Tim Medis RSUD Aceh Tamiang itu menunjukkan reaktif virus. Karena itu dilanjutkan dengan pengambilan swab cairan tenggorokan dan hidungnya, dan dikirim ke Laboratorium RT-PCR Balai Litbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar.

Baca juga :  Guru di Aceh Meninggal Dunia Karena C-19

Pada tanggal 21 Mei 2020, hasilnya keluar dan dinyatakan positif terpapar Covid-19, sesuai laporan Kepala Balai Litbangkes Aceh, Dr Fahmi Icwansyah, S.Kp, MPH, kepada Kepala Penanggulangan Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Aceh, dr Hanief.

“Sekitar 18 hari menjadi perawatan, virus corona masih terdeteksi dalam setiap uji swab Muk, sehingga saat itu ia dirujuk ke RSUZM Aceh Timur untuk penanganan yang lebih intensif,” kata Saifullah Abdulgani.

Berita terkait