Anggaran Covid-19 Rawan Dikorupsi

 Anggaran Covid-19 Rawan Dikorupsi

Lhokseumawe – Anggaran penanggulangan virus corona atau Covid-19, sangat rawan untuk diselewengkan atau dikorupsi, sehingga semua pihak diharapkan harus mampu mengawal anggaran tersebut.

Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Teuku Kemal Fasya mengatakan, apabila belajar dari pengalaman tsunami Aceh, juga sangat banyak dana-dana yang diselewengkan atau rawan dilakukan korupsi.

“Kalau proses penanganannya menurut saya sudah cukup baik sekali, namun hal yang perlu diantisipasi adalah mengenai politik anggaran, karena sangat rawan untuk dilakukan korupsi atau diselewengkan,” ujar Kemal, Rabu, 10 Juni 2020.

Baca juga :  Plt. Gubernur Aceh Resmikan Migas Center Unimal

Kemal menambahkan, dalam proses penggunaan anggaran juga harus sangat selektif dan jangan sampai dilakukan penghamburan, bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah mulai merespon.

Bukan hanya itu saja, dalam implementasi anggaran juga harus melibatkan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) setempat, apalagi saat sekarang ini sudah mulai terendus persoalan korupsi.

Baca juga :  Polisi Dan Warga Lhokseumawe Kompak Lakukan Rapid Test

“Tentunya banyak sektor-sektor yang sangat rawan untuk dikorupsi, tapi untuk persoalan sektor pengadaan sangat berpotensi sekali. Ini merupakan pembiayaan darurat, namun belum ada dalam skema anggaran sebelumnya,” tutur Kemal.

Tambahnya, meskipun tidak ada dalam skema anggaran sebelumnya, tapi tiba-tiba ada anggaran yang dipotong dan dialihkan untuk penanggulangan Covid-19 atau corona, sehingga harus betul-betul diawasi.

Baca juga :  5 Perawat Puskesmas Di Aceh Reaktif C-19

Maka hal tersebut juga bisa belajar dari pengalaman sebelumnya, disaat dana rehab rekon tsunami Aceh sangat banyak sekali yang diselewengkan dan juga tidak sedikit pihak-pihak yang diproses hukum.

“Maka kita harus belajar dari sebelumnya, makanya semua pihak harus mampu mengawasi setiap dana yang dikeluarkan untuk penanggulangan Covid-19 ini, agar bisa tepat sasaran dan tidak diselewengkan atau dikorupsi,” kata Teuku Kemal Fasya.

Berita terkait