Seandainya China dan Amerika Sampai Berperang, Siapa Yang Menang?

 Seandainya China dan Amerika Sampai Berperang, Siapa Yang Menang?

Samudrapost | Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Romansa guyub rukun yang sempat dibangun keduanya pada awal tahun ini kian pudar. Bahkan ada yang mengatakan dua kubu bisa saling adu jotos alias konfrontasi militer. Kalau hal ini terjadi, siapa yang diunggulkan?

Sang Mr. Tariff Donald Trump lagi-lagi naik pitam. Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) itu menuding dan menyalahkan China karena dinilai telah menutupi dan gagal dalam menangani wabah sehingga dampaknya bisa meluas dan jadi pandemi seperti sekarang.

Kekesalan Trump bukan tanpa sebab. Ia kesal bukan main karena kini AS menjadi episentrum wabah di dunia. Sudah lebih dari 1,4 juta orang AS dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Baca juga :  Warga Aceh Temukan Bayi Perempuan Di Teras Rumah

Tak hanya kesehatan masyarakatnya yang dirongrong oleh sang virus, ekonomi AS pun sampai terbatuk-batuk dibuatnya. Tengok saja pertumbuhan ekonomi negatif kuartalan yang mencapai minus 4,8% (annualized), ditambah dengan tingkat pengangguran yang melesat mencapai 14,7%. Dampak pandemi ini bahkan lebih besar ketimbang krisis-krisis yang terjadi sebelumnya.

Walau Washington DC dan Beijing masih terus bernegosiasi soal hubungan dagang keduanya. Trump sudah terlanjur jengkel dan tak tertarik. Berbagai siasat ia tempuh. Mulai dari ancaman tarif baru, memindahkan rantai pasok global dari China, menjegal perusahaan teknologi China Huawei hingga memutus hubungan dengan mitra dagangnya itu.

Baca juga :  Pemilik Kapal Yacth, Pria Asal Inggris Tiba Di Pelabuhan Krueng Geukueh

Akibat digempur terus-terusan, China pun gerah. Soal penjegalan Huawei oleh AS, kementerian perdagangan China akan mengambil berbagai langkah untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan China.

Konflik yang terus berkepanjangan ini dikhawatirkan berbuntut pada gesekan atau friksi di medan laga. Bahkan seorang Profesor dari Turki memprediksi keduanya akan terlibat dalam perang panas. Bukan lagi perang dingin!

“Jadi Perang Dunia Ketiga dimulai antara kekuatan besar, dan duel abad ke-21 akan menjadi duel terakhir antara Washington dan Beijing,” kata Mesut Hakki Casin, seorang profesor hukum di Universitas Yeditepe Istanbul, mengutip Anadolu Agency media pemberitaan Turki. “Saya percaya konflik di sini akan melalui Korea Selatan dan Utara,” tambahnya.

Baca juga :  Dalam Sehari, Angka Kematian Akibat Corona di Amerika Mencapai  Angka 4. 491

Jika keduanya terlibat dalam adu kekuatan sampai sejauh ini AS masih diunggulkan dari segi militer. Mengutip kajian Global Fire Power (GFP), kekuatan militer AS adalah yang nomor wahid di planet bumi, disusul Rusia baru China.

Namun jika ditelisik lebih jauh tidak serta merta China kalah telak untuk semua aspek dari Negeri Paman Sam. Mari intip beberapa aspek yang jadi acuan mengapa GFP bisa menobatkan militer AS menjadi yang paling ditakuti di dunia ini.

Berita terkait