Pria Ini Tinggal Di Gubuk Reyot Selama 31 Tahun

 Pria Ini Tinggal Di Gubuk Reyot Selama 31 Tahun

Samudrapost | Raut wajah tak lagi muda. Hari berganti tahun, sudah kian keriput raut wajahnya dan tubuhnya semakin kurus. Rambutnya yang memutih, baju kusut belum diganti. Obet Kwan tinggal di gubuk mungil berukuran 5×7 meter, dengan atap gubuk yang dilapisi daun sagu berlubang. Halaman di sekitar pondoknya juga kerap berlumpur, apalagi ketika datang musim hujan.

Om Obet, begitu biasa dia dipanggil, hidup di gubuk tua itu kira-kira sudah 31 tahun lamanya. Tepatnya sejak tahun 1989. Ia tinggal di pusat Kota Manokwari, tepatnya di Jalan Esau Sesa, Manokwari. Jarak tempuh dari jalan utama ke gubuknya sekitar 100 meter.

Baca juga :  Di Aceh, Bocah Berusia 6 Tahun Dicabuli

Om Obet hidup sebatang kara di gubuk reyot yang sesungguhnya tak layak untuk dihuni. Ia tinggal menyendiri, tanpa sanak keluarga maupun saudara, anak dan istrinya pun juga tiada. Hanya sendirian.
“Untuk memenuhi kebutuhan harian,saya mengolah kebun di seputar pondok. Di kebun saya tanami jagung, singkong, dan jenis tanaman sayuran lainnya, yang nantinya akan dikonsumsi sendiri, sebagiannya dijual di pasar untuk mendukung kebutuhan ekonominya,” ujarnya menceritakan kesehariannya.

Baca juga :  JK Nilai Pendekatan Infrastruktur untuk Orang Papua Kurang Pas

Obet Kwan, yang sempat viral di media sosial facebook karena kehidupannya yang memprihatinkan, kini mendapat atensi publik. Apalagi di tengah kondisi COVID-19 saat ini. Ada beberapa komunitas di Manokwari dengan panggilan hati dan niat yang tulus-ikhlas bersedia membantu Om Obet dengan memberikan sembako dan sejumlah pakaian layak pakai, serta masker dan kebutuhan lainnya.

Baca juga :  Ini Data Pelanggan PSK Online di Aceh

Diakui Om Obet, dalam kurun 31 tahun keberadaannya di tempat itu, ia bahkan tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah setempat. Karena itu, dirinya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius untuk membantu warga ekonomi lemah seperti dirinya, misalnya dengan membantu membangun rumah layak huni.[Kumparan]

Berita terkait