Petaka Amonia Di Aceh

 Petaka Amonia Di Aceh

Harus Ada Sosialisasi
Meski sudah membuat tak nyaman bahkan banyak masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, tapi Manajer Humas PT Pupuk Iskandar Muda Nasrun mengatakan itu adalah salah satu risiko tinggal di daerah industri. Apalagi kalau pabrik itu sedang start up, bau amonia yang timbul adalah hal yang biasa.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu saya bersepeda ke kawasan Desa Cot Mambong, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, tidak sanggup kita cium bau kandang ayam mereka di jalan, itu baru kelas kecil apalagi ini,” ujar Nasrun.

Baca juga :  Banjir Aceh Telah Korban, Bocah 7 Tahun Meninggal Dunia

Nasrun mengatakan apa yang dilakukan PT Pupuk Iskandar Muda hanyalah menjalankan perintah negara dalam memenuhi kebutuhan petani di wilayah Aceh.

“Hal yang penting PT Pupuk Iskandar Muda harus bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat, kalau memang pun mau ditutup pun silakan karena ini punya negara,” lanjut dia.

Meski demikian, risiko bau amonia yang bisa mengganggu masyarakat ini seharusnya sudah disosialisasikan sejak awal oleh perusahaan. Karena bagaimanapun, ada kehidupan orang banyak yang terpengaruh oleh cemaran bau ini.

Baca juga :  Mengapa Pantai Timur Amerika Serikat Menjadi Sarang COVID-19?

“Kita berharap agar persoalan lingkungan harus menjadi perhatian utama, karena ini menyangkut kehidupan orang banyak, terutama masyarakat yang tinggal di areal pabrik,” kata Pengamat Lingkungan Aceh Dahlan M Isa.

Dahlan pun menyarankan agar sebaiknya pabrik memberikan informasi kepada masyarakat apabila sewaktu-waktu gas amonia keluar dari pabrik. Pemberitahuan itu bisa dengan menggunakan sirene atau alarm yang menjadi tanda bahwa amonia akan keluar.

Baca juga :  Baru Kenal Di Facebook, Brondong Asal Aceh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita 34 Tahun

Apabila hal tersebut dilakukan, masyarakat punya waktu untuk mempersiapkan diri dan tidak ada yang sampai menghirup gas beracun yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan itu.

“Kami pahami PT PIM merupakan proyek vital nasional, namun persoalan lingkungan juga harus dijaga dan hak-hak masyarakat jangan dikesampingkan, terutama menyangkut persoalan kesehatan,” ujar Dahlan.[Tagar.id]

Berita terkait