Petaka Amonia Di Aceh

 Petaka Amonia Di Aceh

Aroma busuk menusuk hidung, menyesakkan dada, mengotori udara Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Warga di sini dibuat terbiasa, hidup dengan bau tak sedap. Sebagian di antara mereka menutup hidung menggunakan kain basah.

Situasi yang menyiksa pada akhir Februari 2020, membuat banyak warga mengalami pusing hebat hingga muntah dan harus dilarikan ke puskesmas demi mendapat pertolongan pertama.

Muhammad Isa, seorang warga Desa Tambon Baroh, hanya bisa mengerutkan kening ketika diminta menceritakan tentang bau amonia yang menyerang desanya. Rautnya berubah serius ketika mengingat kembali derita yang harus dialami saudara sedesanya di tengah serangan aroma menyengat itu.

Baca juga :  Mahasiswa Aceh Di Bandung, Tagih Janji Pemerintah Aceh Terkait Bansos

Kejadian itu sudah terjadi berulangkali. Karenanya, warga pun dibuat pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa. Isa menyebut bau amonia itu berasal dari PT Pupuk Iskandar Muda.

Mirisnya, setiap warga yang tumbang akibat menghirup gas amonia itu, pihak Rumah Sakit PT Pupuk Iskandar Muda hanya memberikan susu tanpa memberikan obat-obatan lainnya.

Baca juga :  Kisah Waria Pekerja Seksual Di Aceh

“Seolah-olah kita datang ke sana hanya mengharapkan susu. Harusnya ada tindakan medis yang lebih intensif,” kata Isa.

Berlarutnya peristiwa ini membuat Isa berharap Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Utara bisa memberi sanksi tegas pada PT Pupuk Iskandar Muda. Semburan amonia perusahaan itu sudah sangat mencemari lingkungan, bahkan membahayakan kesehatan warga.

Isa mengatakan semua pihak memilih diam melihat kebocoran amonia PT Pupuk Iskandar Muda. Sebabnya, perusahaan itu akan langsung bertindak meredam siapa saja yang mencoba mengkritik hal itu.

Baca juga :  Perempuan Aceh Tersudut Pelecehan Seksual

Salah satu tindakan yang mereka lakukan adalah memberikan uang tunai yang dimasukkan ke dalam amplop. Isa juga mengaku dirinya mendapat ancaman dari Humas PT Pupuk Iskandar Muda ketika mengunggah tentang bau amonia ke media sosial.

“Terkait amonia ini semua sudah tutup mata dan kami masyarakat yang selalu menjadi korban. Coba Abang bayangkan saja, kalau ada yang mengkritisinya maka langsung diredam dengan cara memberikan amplop,” ujarnya.

Berita terkait