Mulai Memanas, China Minta Amerika Bayar Utang Ke PBB

Samudrapost | Ketegangan antara China dengan Amerika Serikat di tengah pandemi corona semakin panas.

Ketika sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus hubungan dengan China. Kali ini giliran China yang mendesak AS agar segera membayar kewajibannya ke Persatuan Bangsa-bangsa atau PBB. China menyebut AS masih berutang lebih dari USD 2 miliar ke PBB.

Selain itu, China juga menyerukan kepada seluruh negara anggota agar “secara aktif memenuhi kewajiban keuangan kepada PBB,”.
“Pada 14 Mei, total dana yang belum dibayar di bawah anggaran rutin PBB dan anggaran pemeliharaan perdamaian masing-masing sekitar USD 1,63 miliar dan USD 2,14 miliar,” ujar perwakilan China mengutip laporan dari kantor Sekretaris Jenderal PBB dalam pertemuan yang diadakan Kamis (14/5) waktu setempat seperti dilansir AFP.

Baca juga :  10 April, 3.512 Orang Di Indonesia Positif Virus Corona

Dalam pertemuan dengan PBB, China bersama 49 negara anggota lainnya membayar kontribusi mereka kepada PBB. China berkontribusi atas 12 persen dari biaya operasional PBB dan 15 persen dari anggaran perdamaian. Meski demikian tak disebut berapa nominal spesifik yang dibayar China.

Baca juga :  Pasien Positif Corona Di Aceh Bertambah Lima Orang

Di luar China dan 49 negara yang sudah membayar, masih ada sekitar 143 negara anggota yang disebut belum membayar kewajiban mereka, termasuk AS.

Menurut China, AS merupakan negara yang memiliki utang terbesar kepada PBB. “AS adalah pengutang terbesar dengan jumlah USD 1,165 miliar dan USD 1,332 miliar,” bunyi pernyataan China.

Baca juga :  Remaja Aceh Tewas Disambar Petir

Diketahui AS merupakan pendonor terbesar PBB. AS sejauh ini berkontribusi atas 22 persen biaya operasional PBB atau sekitar USD 3 miliar per tahun dan 25 persen dari anggaran perdamaian PBB atau sekitar USD 6 miliar per tahun.
Belum ada tanggapan dari perwakilan AS di PBB yang menanggapi desakan China tersebut. [Kumparan]

Berita terkait