Hari Ini Asteroid Raksasa Dekati Bumi, Akankah Bertabrakan?

 Hari Ini Asteroid Raksasa Dekati Bumi, Akankah Bertabrakan?

ilustrasi

Samudrapost |Asteroid raksasa golongan Apollo akan kembali mendekati Bumi. Setelah asteroid 2016 HP6 melintas pada 8 Mei kemarin, selanjutnya giliran asteroid 2008 TZ3 yang bakal menyusul pada 10 Mei.

Banyaknya asteroid yang mendekati Bumi belakangan ini, apakah bakal berbahaya?

Tenang saja, karena Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan jarak lintas asteroid tersebut masih berada dalam batas aman.

“Pada 10 Mei sekitar pukul 21.00 WIB, asteroid 2008 TZ3 melintas dekat Bumi pada jarak aman, sekitar 7 jarak Bumi-bulan. Ukurannya sekitar 300 meter,” ujar Thomas saat dihubungi kumparanSAINS, Sabtu (9/5).

Namun, karena jarak lintas dan ukurannya ini lah, asteroid yang bakal mendekati Bumi ini digolongkan berpotensi berbahaya. Jarak lintasnya yang melewati orbit Bumi termasuk cukup dekat.

Baca juga :  Ini Ciri Wanita Tidak Pernah Pacaran

“Secara khusus, semua asteroid dengan jarak persimpangan orbit minimum 0,05 satuan astronomi (AU), (1 AU setara 150 juta kilometer), atau kurang, dan magnitudo absolut 22,0 atau kurang dianggap asteroid yang berpotensi berbahaya,” tulis NASA dalam sebuah pernyataan, dikutip International Business Times.

Adapun asteroid 2008 TZ3 pertama kali terdeteksi pada 7 Oktober 2008. Menurut proyeksi lintasannya, asteroid mengikuti orbit luas dalam Tata Surya dan melampaui orbit Mars. Saat asteroid itu mengitari Matahari, kadang-kadang memotong jalan Bumi. Inilah alasan mengapa ia diklasifikasikan sebagai asteroid Apollo.

Baca juga :  Ini Rahasia Menghilangkan Lemah di Perut

Meskipun diberi label sebagai asteroid berbahaya, Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA mencatat bahwa 2008 TZ3 tidak berpotensi menabrak Bumi saat melintas besok malam. Diperkirakan, asteroid bakal melesat dekat Bumi dengan kecepatan 32.000 kilometer per jam.

Walau begitu, beberapa asteroid Apollo bisa menjadi ancaman bagi penduduk Bumi jika melintas dengan jarak yang sangat dekat. Peristiwa ledakan meteor Chelyabinsk, misalnya, terjadi karena jarak lintas meteor sangat dekat dengan Bumi, sehingga asteroid memasuki atmoster Bumi dan meledak di langit Rusia pada 15 Februari 2013.

Baca juga :  Jangan Minum Air Dingin Ketika Siap Makan

Menurut laporan The Guardian, meteor Chelyabinsk kemungkinan pernah menjadi bagian dari batu yang sama dengan asteroid 86039, golongan Apollo, yang mengorbit dekat dengan Bumi. Meteor ini berukuran 20 meter dan melesat dengan kecepatan 19,3 kilometer per detik sebelum pecah berhamburan di langit Rusia, pada ketinggian 45 kilometer.

Peristiwa ini berimbas kehancuran di sejumlah lokasi. Ledakan meteor memecahkan jendela di lebih dari 3.600 blok apartemen. Atap sebuah pabrik ambruk. Setidaknya ada 1.210 orang mengalami luka-luka, kebanyakan karena tertimpa puing-puing bangunan yang hancur serta terkena pecahan kaca jendela.

Berita terkait