Film Chappie, Ketika Robot Berhasil Menumpas Kejahatan

 Film Chappie, Ketika Robot Berhasil Menumpas Kejahatan

Samudrapost | Film Chappie malam ini, Sabtu, 10 Mei 2020, tayang di Bioskop Trans TV pukul 19.30 WIB. Film karya Neill Blomkamp, merupakan  film fiksi ilmiah yang rilis pada tahun 2015 ini berlatar di Johannesburg, Afrika Selatan.

Dikisahkan, di masa depan robot polisi akan membentu tugas kepolisian untuk menumpas kejahatan.

Salah satu robot yang sudah tidak dipakai lagi bernama Chappie, yang kemudian diprogram ulang oleh Deon (Dev Patel).

Deon membuat Chappie menjadi seperti manusia, memiliki perasaan juga dapat berpikir dan merasakan sesuatu.

Dalam film Chappie ini Blompkamp berhasil mengajak Hugh Jackman serta Sigorney Weaver yang melambung berkat film ‘Alien’ dan ‘Avatar’.

Selain itu, ada juga aktor yang selalu hadir dalam film-film Blompkamp lainnya, Sharlto Copley.

Aktor asal Afrika Selatan ini ikut tampil mulai dari ‘District 9’, ‘Elysium’ hingga film ‘Chappie’.

Baca juga :  Ini Kronologis Pejabat Aceh Yang Ditangkap Bersama Wanita Di Medan

Bedanya, dalam film ini Sharlto Copley tidak tampil secara utuh, melainkan hanya suaranya saja.

Copley memerankan Chappie, robot yang menjadi titik fokus film ini.

Namun, tak banyak yang mengenal suara Copley, karena Copley menghilangkan logat Afrika Selatannya yang kental.

Selain nama-nama tersebut, Chappie juga dibintangi oleh Slumdog Millionaire dan Dev Patel.

Film ini merupakan hasil pengembangan dari film pendek berjudul ‘Tetra Vaal’ (2004).

Film pendek ini mengisahkan tentang robot yang ditembaki gangster Afrika Selatan.

‘Tetra Vaal’ (2004) berhasil meledak dan menuai pujian dari sejumlah kritikus.

Sutradara asal Afrika Selatan ini mendulang sukses yang sama lewat film Chappie (2015) yang tayang pertama kali pada 6 Maret 2015 di Amerika Serikat.

Pada minggu pembukanya, film ini berhasil mengantongi keuntungan lebih dari 13 juta dolar Amerika Serikat atau Rp 1,8 triliun.

Baca juga :  Film Pompeii, Kisah Percintaan Ditengah Letusan Gunung

Untuk total selama penayangannya, Chappie mampu mengantongi 102 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1400 triliun.

Tingkat kejahatan meroket, Afrika Selatan membeli satu skuadron pengintai dari pabrik senjata Tetravaal.

Android otonom dikembangkan ilmuwan Deon Wilson.

Proyek yang bersaing dalam perusahaan yaitu Moose dikendalikan dari jarak jauh dan dikembangkan tentara Australia.

Deon dipuji atas keberhasilan Tetravaal namun Vincent menjadi iri saat polisi tidak ingin memberikan platform tersebut.

Deon kemudian menciptakan prototipe kecerdasan buatan untuk meniru pikiran manusia namun CEO Tetravaal Michelle Bradley menolak membiarkannnya menguji AI terhadap robot polisi.

Deon mencuri robot yang rusak dan memasukkannya ke dalam van.

Dalam perjalanan pulang, Deon diculik sekelompok gangster.

Yolandi, Ninja dan Amerika mengancam akan membunuhnya kecuali Deon mau memprogram ulang robot polisi guna membantu mereka mencuri.

Baca juga :  Kerusakan Teknis, Pesawat Hercules TNI Mendarat Darurat di Bandara Exxon Mobil Oil Aceh Utara

Deon menginstal software baru dalam robot yang rusak, yang merespon kegelisahan seperti anak kecil ketika dihidupkan.

Yolandi dan Deon menenangkan robot tersebut dan mengajarkan kata-kata serta menamakannya Chappie.

Ninja berusaha melatih Chappie menjadi gangster.

Vincent mengekstrak kunci untuk pengguna, namun Chappie yang trauma melarikan diri dan kembali ke persembunyian.

Ninja dan Amerika menipu Chappie untuk mencuri mobil, dan berbohong mereka butuh uang mengganti tubuh Chappie yang sekarat.

Vincent memanfaatkan guard key untuk mengunggah virus, menyabotase dan menonaktifkan pengintai termasuk Chappie.

Para penjahat merajalela dan Deon membawa Chappie ke pabrik Tetravaal untuk memperbaikinya.

Geng Ninja memanfaatkan Chappie untuk merampok mobil lapis baja.

Chappie mengetahui kebohongan Ninja dan bersiap membunuh Ninja.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? [Tribunews]

Berita terkait