Dampak Corona, Orang Miskin Indonesia Bertambah 4,86 Juta

 Dampak Corona, Orang Miskin Indonesia Bertambah 4,86 Juta

Sejumlah anak berada di rumah mereka di Kawasan Pemukiman Pemulung di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (1/3/2019). Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia melalui sejumlah strategi diantaranya dengan mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, program keluarga harapan (PKH), KIP serta beberapa program lainnya dan ditargetkan angka kemiskinan tahun ini dapat turun menjadi 8,5 hingga 9,5 persen atau semakin rendah dari persentase kemiskinan tahun 2018 yang berhasil ditekan hingga angka 9,66 persen. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pd.

Jakarta | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka di Indonesia bisa bertambah jutaan orang sebagai dampak Corona terhadap perekonomian nasional.

Sri Mulyani menegaskan pemerintah masih memegang skenario berat, di mana pertumbuhan ekonomi berada di angka 2,3% selama tahun 2020. Meski demikian pemerintah juga sudah menyiapkan skenario sangat berat di mana ekonomi akan minus 0,4%.

Baca juga :  Intip Harga Emas Hari Ini

“Dalam skenario berat kemiskinan naik 1,89 juta orang dan pengangguran naik 2,92 juta orang,” kata Sri Mulyani dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Melambatnya ekonomi Indonesia, kata Sri Mulyani dikarenakan tingkat konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat yang turun tajam. Di mana pada kuartal I-2020 hanya 2,7%. Realisasi itu diluar dari perkiraan pemerintah.

Baca juga :  4.557 Dipasang Jaringan Gas Rumah Tangga di Aceh Utara

Jika penurunan tingkat konsumsi terus terjadi, maka mau tidak mau skenario pertumbuhan ekonomi akan masuk pada sangat berat, di mana pertumbuhan hanya minus 0,4%. Dari skenario itu, jumlah kemiskinan dan pengangguran yang bertambah juga semakin banyak.

“Kalau dari skenario lebih berat lagi, kemiskinan bahkan bisa meningkat di 4,86 juta dan pengangguran meningkat 5,23 juta orang,” ungkapnya.

Baca juga :  Mahasiswa Aceh Di Bandung, Tagih Janji Pemerintah Aceh Terkait Bansos

Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku pemerintah terus berupaya menjaga laju pertumbuhan ekonomi berada di level 2,3% hingga akhir 2020 atau sesuai dengan skenario berat.

“Kita masih gunakan skenario pertumbuhan ekonomi 2020 pada range 2,3% itu sudah jadi skenario berat yang sekarang jadi skenario optimis,” ujarnya.[Detik]

Berita terkait