Dampak Corona, 20 Juta Warga Amerika Serikat Kehilangan Pekerjaan

 Dampak Corona, 20 Juta Warga Amerika Serikat Kehilangan Pekerjaan

Jakarta | Perekonomian Amerika Serikat (AS) kehilangan sekitar 20,5 juta pekerjaan secara mengejutkan pada April 2020. Sebuah angka penurunan paling tajam dalam daftar sejak Depresi Hebat (Great Depression).

menunjukkan bahwa tingkat pengangguran melonjak menjadi 14,7%, menghancurkan rekor pasca Perang Dunia II sebesar 10,8% pada November 1982.

Kondisi ini semakin memperjelas bahwa keputusan sejumlah negara bagian pada pertengahan Maret untuk menghentikan penyebaran wabah pandemi Covid-19 telah menyebabkan hal ini terjadi.

Baca juga :  Bogor Akan Terapkan PSBB

Situasi ini tentu semakin mempersulit upaya Presiden Donald Trump melengang di masa jabatan kedua pada pemilihan di 3 November mendatang. Apalagi, pemerintahan Trump sendiri telah dikritik karena reaksi awalnya terhadap pandemi.

Setidaknya hampir 76.000 angka kematian yang terjadi di AS karena Covid-19, dengan status pasien positif mendekati 1,3 juta, menurut penghitungan data Reuters, dikutip Sabtu (9/5/2020).

Trump sendiri telah mendorong untuk membuka kembali perekonomian, bahkan ketika para ahli kesehatan mengeluarkan data proyeksi angka kematian yang cukup menyeramkan,

Baca juga :  Hasil Rapid Tes, Seorang Warga Aceh Tamiang Positif Corona

“Pengangguran hanya dapat berkurang dari titik ini ke depan, karena banyak negara yang mulai membuka kembali [pasca lock down],” kata Chris Rupkey, Kepala Ekonom MUFG di New York.

Dalam jejak pendapat yang dihimpun Reuters, setidaknya ada 870.000 pekerja di sektor non pertanian telah kehilangan pekerjaan. Situasi yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini mendorong sektor ini jatuh ke level terendah sejak Februari 2011.

Baca juga :  Sengketa Pers Di Bireuen, AJI Minta Polda Aceh Harus Limpahkan Ke Dewan Pers

Ironisnya, pekerjaan yang berkaitan dengan perawat kesehatan menurun 1,4 juta dengan penurunan terjadi di dokter gigi, dokter praktisi kesehatan lain, serta sejumlah rumah sakit di negeri Paman Sam.

Dokter gigi telah menutup kantor, sementara dokter umum dan rumah sakit telah melihat berkurangnya kunjungan pasien karena orang-orang tinggal di rumah agar tidak tertular virus Covid-19.[CNBC Indonesia]

Berita terkait