Apa Hukumnya Jika Melaksanakan Salat Idul Fitri Sendrian Dirumah

 Apa Hukumnya Jika Melaksanakan Salat Idul Fitri Sendrian Dirumah

Samudrapost | Idul Fitri merupakan hari raya yang ditunggu-tunggu umat Islam. Ada ibadah khusus yang dilaksanakan di hari raya tersebut yaitu Sholat Id.

Sholat Id biasanya dilaksanakan secara berjemaah sebanyak dua rakaat di masjid atau lapangan. Dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri.

Sayangnya, Indonesia dan dunia tengah dilanda pandemi virus corona. Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan sholat berjemaah di luar rumah sampai pandemi ini berakhir.

Pilihan yang tepat bagi kita yang ingin melaksanakan sholat Idul Fitri yaitu menjalankannnya di rumah. Berjemaah bersama keluarga terdekat.

Lantas, bagaimana hukumnya sholat Idul Fitri kita jika dilakukan sendiri?

Hukum Sholat Idul Fitri
Dikutip dari Islami, sebagian ulama Mazhab Syafi’i berpandangan hukum Sholat Id adalah fardu kifayah. Maka apabila pada suatu desa terdapat sejumlah masyarakat yang melaksanakannya, kewajiban Sholat Id gugur bagi yang lainnya.

Sebaliknya, jika penduduk suatu desa bersepakat untuk tidak melaksanakan Sholat Id maka imamnya boleh diperangi.

Baca juga :  Berbagai Manfaat Makan Buah Kurma

Namun terkadang para perempuan terhalang dari Sholat Id di masjid lantaran harus menjaga anak-anaknya di rumah atau ada orang yang terlambat melaksanakan sholat Id berjamaah. Bolehkah dia Sholat Id sendirian?

Sholat Id sangat dianjurkan (sunah muakkadah) untuk dilaksanakan berjemaah. Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menjelaskan demikian.

” Sholat sunah terbagi dua, yakni yang dilaksanakan berjamaah dan yang sendiri-sendiri. Adapun sholat sunah yang sangat dianjurkan berjemaah tidak diperkenankan untuk meninggalkannya bagi yang mampu melaksanakannya, yaitu sholat dua hari raya, gerhana matahari dan bulan, serta Sholat Istisqa.”

Apabila berhalangan jemaah, Sholat Id boleh dilaksanakan sendirian. Hal ini seperti dijelaskan Abu Hasan Ali al-Bagdadi dalam kitab Al Iqna’ fil Fiqh Asy Syafi’i.

” Dan hendaklah melaksanakan sholat dua hari raya dalam keadaan hadir maupun bepergian, baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri.”

Baca juga :  Yuk Belajar Dirumah Melalui TVRI Online

Ganti dengan Salat Sunah 4 Rakaat
Mengenai qadla Sholat Id terdapat beberapa pendapat. Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berpandangan demikian.

” Barangsiapa yang tertinggal Sholat Id, maka tidak ada kewajiban qadla baginya. Karena hukum Sholat Id adalah fardlu kifayah. Jika sudah mencapai kadar kifayah, maka sudah dikatakan cukup.”

Pendapat Ibnu Qudamah juga dikuatkan oleh Imam Malik yang juga tidak menganggap perlunya qadla Sholat Id.

Adapun Imam Al Auza’i, Imam Ahmad dan Ats-Tsauri berpandangan orang yang hendak mengqadha Sholat Id hendaklah melakukannya dengan sholat sunah empat rakaat, baik dengan satu salam atau dua salam (dua rakaat dua rakaat). Empat rakaat ini diqiyaskan kepada Sholat Jumat yang apabila terlewat maka harus menggantinya dengan empat rakaat.

Pendapat ini berdasarkan riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Mas’ud RA.

Barangsiapa yang luput dari shalat Id maka hendaklah ia shalat empat rakaat.

Baca juga :  Plt Gubernur Aceh Perintahkan Inspektur Periksa Tim Beasiswa BPSDM

Bukan Salat Pengganti
Pendapat kedua yakni melaksanakan Sholat Id seperti biasanya, dua rakaat dengan takbir dengan suara jahr. Dia boleh memilih untuk sholat berjemaah atau sendirian. Pendapat ini dipegang oleh Imam Syafi’i dan Abu Tsaur.

Ada pula yang mengatakan cukup dengan sholat dua rakaat tanpa takbir dan mengeraskan suara. Pendapat lainnya mengatakan apabila imam melaksanakan sholatnya di lapangan maka cukup dua rakaat, sedangkan jika dilaksanakan di tempat lain empat rakaat.

Namun Ibnu Mundzir dan Imam Syafi’i menganggap pendapat yang menyatakan qadla Sholat Id dengan empat rakaat adalah tasybih yang lemah. Karena Sholat Id bukanlah sholat untuk pengganti, sebagaimana sholat Jumat yang merupakan pengganti dari Sholat Zuhur empat rakaat.

Dengan demikian, apabila tertinggal Shalat Id atau berhalangan untuk melaksanakannya berjemaah, diperbolehkan sholat dua rakaat berdasarkan pendapat di atas.[dream.co.id]

Berita terkait