21 Orang Meninggal Akibat Corona Di Sumatera Utara

 21 Orang Meninggal Akibat Corona Di Sumatera Utara

Ilustrasi | Sumber Foto” tirto.id

Medan | Kasus positif virus corona di Provinsi Sumatera Utara kembali melonjak dan yang tertinggi setelah virus ini terdeteksi memasuki Sumut pertengahan Maret.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, Mayor (Kes) dr. Whiko Irwan mengatakan, ada penambahan 22 kasus positif dibandingkan hari sebelumnya, sehingga total saat ini ada 179 kasus positif di Sumut.
Menurut Whiko, diperkirakan lonjakan ini terjadi karena berkurangnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
“Kita bisa lihat saat ini jalanan semakin ramai, orang-orang kembali berkumpul-kumpul bahkan tidak sedikit yang tidak menggunakan masker. Kedisiplinan yang menurun tampaknya berimbas langsung kepada jumlah pasien positif di Sumut. Jadi, sekarang kami minta masyarakat lebih waspada lagi,” kata Whiko, Sabtu (9/5).
Bukan hanya kasus positif COVID-19 yang bertambah, angka kematian akibat penyakit ini juga meningkat. Total pasien yang meninggal per-Sabtu, 9 Mei 2020 ada 21 orang, atau bertambah 5 orang.
Angka kematian ini juga cukup tinggi, sedangkan yang sembuh tetap di angka 48 orang dan PDP 158 kasus.
“Sekarang yang sehat, sakit, mau pun yang positif dan sudah sembuh harus menggunakan masker, mematuhi protokol kesehatan. Paling tidak lindungi lingkungan anda sendiri agar anak, orang tua, tetangga anda tidak terpapar virus ini,” ujar Whiko.
Pasien yang Sudah Sembuh Kembali Terinfeksi
Salah satu pasien yang sudah dinyatakan positif dan kembali terinfeksi COVID-19 adalah Ori Kurniawan, yang merupakan Ajudan Wakil Gubernur Sumut.
Ini merupakan kasus ketiga di Indonesia setelah kasus Blitar, dan mantan Putri Pariwisata Indonesia 2008 Albertina Fransisca Mailoa.
“Seseorang yang kembali positif COVID-19 tampaknya tidak membentuk anti body spesifik sehingga peluangnya kembali terinfeksi besar,” beber Whiko.
Melalui video call dengan Whiko, Ori mengatakan, dia melaksanakan karantina mandiri setelah dinyatakan sembuh pada 6 April lalu.
Namun, dua minggu kemudian hasil tes swab-nya kembali positif. Walau begitu, Ori tidak mengalami gejala-gejala serius seperti saat dia terinfeksi pertama kali.
“Perasaan sakit tidak ada, hanya merasa flu di 3 hari awal sebelum dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan. Sekarang saya tidak merasa sakit,” kata Ori, saat ditanya Whiko terkait kesehatannya saat ini.
Saat ini yang menjadi tantangan terberat menurut Ori adalah tingkat stress, karena sudah lebih 1 bulan harus menjalani isolasi baik mandiri maupun di rumah sakit.
“Yang perlu dijaga adalah tingkat stres. Saya mengalaminya, tetapi dengan dukungan keluarga, teman dan Pak Wagub saya kembali semangat untuk sembuh dari virus corona,” pungkas Ori.[kumparan]

Berita terkait