Rapid Test, Dokter di Aceh Positif Terjangkit Corona

 Rapid Test, Dokter di Aceh Positif Terjangkit Corona

Lhokseumawe – Seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Aceh berinisial I, 57 tahun, positif mengidap virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut diketahui saat dirinya menjalani rapid test yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut. Meskipun demikian, ia tidak mengalami gejala apa pun dan informasi tersebut menyebar cepat di grup aplikasi whatsApp.

Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) itu, tidak ada riwayat berpergian ke wilayah zona merah virus corona, kini ia telah dibebastugaskan dan sedang menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari kedepan.

Baca juga :  Kasus virus corona tanpa gejala melonjak, China keluarkan aturan baru

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengatakan, saat sekarang ini semua orang yang pernah kontak langsung dengan dokter tersebut, telah dilakukan pemeriksaan kesehatannya dengan cara rapid test dan hasilnya negatif.

“Jadi semua orang yang pernah kontak dengannya telah diperiksa kesehatan, termasuk istrinya maka hasil tes adalah negatif. Hal ini dilakukan sesuai dengan protokol penangan virus corona,” ujar Muhammad Thaib, Rabu, 8 April 2020.

Baca juga :  Izin PLTMG Arun Diminta Bekukan

Bukan hanya itu saja, bahkan bagi warga Kota Lhokseumawe yang pernah kontak langsung dengan dokter tersebut, juga telah diperiksa kesehatan yang dilakukan oleh dinas kesehatan setempat.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila ada mengalami gejala demam tinggi, batuk dan sesak napas, maka segera melakukan pemeriksa kesehatan ditempat layanan kesehatan yang tersedia, agar bisa lebih cepat ditangani medis.

Baca juga :  Kapolres dan Wakapolres Pidie Jaya Positif Corona

“Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe juga telah melakukan pemeriksaan bagi warga yang pernah kontak dengan beliau dan hasil tesnya negatif. Saya imbau kepada seluruh masyarakat, apabila ada yang mengalami demam tinggi, maka langsung periksa kesehatannya,” kata Muhammad Thaib. [TG]

Berita terkait