Asisten Rumah Tangga Ini Dipaksa Minum Air Mendidih Dan Makan Cabai

 Asisten Rumah Tangga Ini Dipaksa Minum Air Mendidih Dan Makan Cabai

Samudrapost | Ika Musriati, 20 tahun,  mengaku masih trauma sehabis dituntut makan 50 cabai serta dipaksa menenggak air mendidih oleh majikannya, Rumah sakit serta S, di Semarang Barat, Jawa Tengah.

Dampaknya, Ika terpaksa menempuh pembedahan pita suara di rumah sakit serta pendampingan buat menanggulangi rasa traumanya.

” Aku masih khawatir serta kebayang peristiwa itu.

Aku trauma jika keluar rumah wajib ditemani orangtua. Enggak bisa berangkat jauh dari rumah. Amati air putih khawatir sebab teringat siksaan,” kata Ika dikala ditemui Kompas. com di rumahnya di Mlatiharjo Timur, Citarum Semarang.

Ika menggambarkan, dirinya mulai bekerja asisten rumah tangga( ART) di rumah Rumah sakit serta S semenjak Agustus tahun kemudian. Dikala itu, dirinya dijanjikan pendapatan Rp 1, 6 juta per bulan. Tetapi, bagi Ika, dirinya baru satu menerima satu bulan pendapatan.

Baca juga :  Pesan Sekda Aceh untuk Peserta Rakor P3MD

Bagi Ika, 2 bulan  bekerja, dirinya merasa tidak terdapat yang aneh, apalagi merasa betah.

Tetapi, tiba bulan ketiga, majikannya tersebut mulai berperan agresif serta tidak segan memukulinya bila tidak menuruti perintah.

Dirinya pernah berupaya kabur serta mengadu ke orang sebelah, namun perihal itu percuma.

Tidak cuma pukulan serta tendangan, Ika mengaku pernah dituntut bunuh diri dengan metode menyayat pergelangan tangan kirinya dengan cutter. Dikala itu, dirinya yang dipahami rasa khawatir, menyayat sebanyak 6 kali.

Kemudian, dikala kelaparan, Ika mengaku cuma diberikan santapan yang telah tidak layak semacam nasi basi tanpa lauk pauk.

Baca juga :  Lambat Penyaluran BLT Dan BST, Jokowi Panggil 3 Menteri

Perilaku agresif dari majikannya itu wajib dia terima tiap hari, tidak terdapat habisnya. Apalagi, dirinya wajib menerima ancaman pembunuhan dari majikannya bila tidak menuruti permintaan Rumah sakit serta S.

Ika menggambarkan, permasalahan tersebut terbongkar dikala dirinya dibawa ke kantor polisi sebab dituduh mencuri ponsel kepunyaan majikannya.

Dikala itu, petugas di kantor polisi curiga dengan cedera lebam serta kondisinya yang lemas.

Perihal senada diungkapkan pula oleh Sumardjo( 40), bapak kandung Ika. Dirinya mengaku ditelepon polisi terpaut keadaan putrinya.

Dalam permasalahan tersebut, kuasa hukum Ika, Deo Hermansyah, mengaku sudah memberi tahu Rumah sakit serta S ke Polsek Semarang Barat pada Desember tahun kemudian. Dia menekan penyidik supaya memproses permasalahan tersebut ke ranah hukum.

Baca juga :  Ini Identitas Gadis Indonesia Yang Lelang Keperawanan Rp 2 Miliar

Deo menyangka aksi penganiayaan itu dikategorikan pengeroyokan yang mengecam jiwa seorang. Kepada penyidik, dia memohon supaya kedua pelakon dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan serta Penganiayaan.

Sedangkan itu, Kapolsek Semarang Barat Kompol Iman Sudiyantoro berkata, grupnya sudah mendalami permasalahan penganiayaan terhadap ART yang dicoba kedua pelakon suami istri itu.

Proses penindakan permasalahan telah masuk sesi penyidikan sehingga korban didampingi kuasa hukum sudah terpanggil usai pengobatan pasca- operasi pita suara buat membagikan penjelasan.” Tadinya dari proses penyelidikan bertambah ke tingkatan penyidikan. Proses penyidikan permasalahan masih berjalan.

Usai pengobatan serta uji psikologis, korban telah kami panggil serta telah membagikan penjelasan,” jelas Iman.

Berita terkait