Akibat Corona, Harga Minyak AS Turun ke level Terendah

 Akibat Corona, Harga Minyak AS Turun ke level Terendah

Ilustrasi Kilang Minyak | Sumber Foto: okezone.com


Samudrapost } Harga minyak berjangka AS turun nyaris 15 persen jadi US$15,54 per barel ataupun tingkat terendah semenjak 1999, menurunnya harga ini dipicu akibat virus corona.

Virus carona sudah memasuki fase kekhawatiran pasar atas menurunnya permintaan komoditas tersebut , sehingga membuat biayanya tertekan. Sedangkan minyak mentah berjangka Brent, turun 1, 6 persen jadi US$27,63 per barel.

Harga minyak menemukan tekanan dari permintaan yang menyusut. Pemangkasan produksi pasokan minyak dunia yang dilakukan OPEC+,  dinilai belum lumayan mengimbangi pelemahan permintaan yang terjadi akibat wabah virus corona.

Baca juga :  Demo Rusuh di PT Arun Gas

Dalam catatannya,  Rusia serta Arab Saudi mengisyaratkan melaksanakan pengurangan produksi untuk menunjang harga. Dikenal, Organisasi Negara- negara Pengekspor Minyak serta sekutu yang dipandu Rusia, yang diketahui bagaikan OPEC+, setuju memangkas pasokan minyak dunia.

Baca juga :  Di Sela Tugas, KRI Siwar-646 Bagikan Masker Dan Sembako Kepada Nelayan

Pada Minggu( 12/ 4), OPEC+ setuju mengurangi  sebesar 9, 7 juta barel per hari( bph) yang hendak dicoba pada Mei serta Juni mendatang.

Sedangkan di Asia Nikkei 225 Jepang( N225) turun satu persen akibat ekspor yang menyusut. Hal ini disebabkan karena virus corona yang dikhawatirkan, akan membebani kegiatan ekonomi. Indeks utama yang lain, semacam Hang Seng, Kospi, serta SHComp nyaris tidak bergerak.

Baca juga :  14 Ribu Pekerja di Sumatera Utara di PHK Akibat Dampak Corona

Mengatasi  tekanan itu Bank Rakyat Cina memotong suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 20 basis poin jadi 3, 85 persen. Di Amerika Serikat Futures Dow  turun 105 poin ataupun berkisar  0, 4 persen, S&P 500 berjangka turun 0, 4 persen serta Nasdaq berjangka turun 0, 2 persen.

Berita terkait