Cegah Corona Ratusan Kepala Desa di Aceh Dikarantina

 Cegah Corona Ratusan Kepala Desa di Aceh Dikarantina

Lhokseumawe – Untuk mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19, sebanyak 231 kepala desa di Kabupaten Aceh Tamiang, harus menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing, karena baru saja pulang mengikuti bimbingan teknis penggunaan dana desa di Bandung, Jawa Barat.

Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aguslina Devita mengatakan, pihak puskesmas telah mendatangi ke rumah kepala desa tersebut, untuk memastikan bagaimana kondisi tubuhnya.

“Tim puskesmas telah mendatangi ke masing-masing rumah kepala desa tersebut, jadi untuk melakukan pemeriksaan dan melihat langsung bagaimana kondisi tubuhnya, apakah ada gejala yang mengarah ke virus corona atau Covid-19,” ujar Devitas, Minggu, 22 Maret 2020.

Baca juga :  Ditemukan Lagi Kasus Corona Di Wuhan

Devita menambahkan, sampai saat sekarang ini belum ada ditemukan kepala desa yang mengalami gejala demam, batuk dan sebagainya, meskipun demikian mereka tetap mendapatkan pengawasan dari puskesmas.

Apabila nantinya ada mengalami gejala demam dan batuk, maka bisa langsung melakukan pemeriksaan ke tempat layanan medis yang telah disediakan, sehingga bisa cepat untuk ditangani.

Baca juga :  Polisi Dan Warga Lhokseumawe Kompak Lakukan Rapid Test

“Semoga saja semuanya dalam keadaan baik dan tidak ditemukan hal-hal yang tidak kita harapkan. Maka setiap kepala desa in harus sadar akan potensi ancaman virus corona atau Covid-19,” tutur Devita.

Pihaknya telah membatalkan acara bimbingan teknis ke Bandung, Jawa Barat, untuk empat kecamatan, yaitu Kecamatan Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Rantau dan Kecamatan Bendahara.

Baca juga :  Bangkai Babi Kembali Ditemukan di Pinggir Jalan Kota Medan

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, apabila kondisinya sudah mulai aman dan tidak ada lagi penyebaran virus itu, maka empat kecamatan tersebut baru bisa mengikutinya.

“Kami sudah batalkan empat kecamatan. Itu jumlahnya ratusan kepala desa juga yang kita batalkan. Apabila nanti kondisinya sudah mulai aman, maka mereka baru bisa berangkat,” katanya. [TG]

Berita terkait