Pemilik Kapal Yacth, Pria Asal Inggris Tiba Di Pelabuhan Krueng Geukueh

 Pemilik Kapal Yacth, Pria Asal Inggris Tiba Di Pelabuhan Krueng Geukueh

Pria Inggris, yang berbasis di London Peter Jeremy Daviv adalah pemilik kapal yacth tiba di pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara pada hari Jumat 17 Januari 2020, memeriksa kondisi kapal yang terdampar dari Phuket, Thailand beberapa hari yang lalu di perairan Selat Malaka ditemukan oleh dua nelayan dari Krueng Mane, Aceh Utara. Samudra Post/Rahmat

ACEH UTARA – Pemilik kapal layar Yacht diduga berasal dari Thailand yang sempat terombang-ambing di perairan Selat Malaka dan ditemukan oleh dua nelayan asal Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Sabtu, 11 Januari lalu, kini tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, untuk mengecek kondisi kapal tersebut, Jumat (17/1/2020) sore.

Pemilik yacht itu, Peter Jeremy David akrab disapa Peter Dyer asal Inggris, London. Kedatangan Peter Dyer di Pelabuhan Krueng Umum Geukueh disambut Koordinator Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Lhokseumawe, Yusriadi.

Peter Jeremy David mengatakan, penyebab utama terdampar ke perairan Selat Malaka tepatnya di perairan Aceh Utara karena jangkar atau perangkat penambat ke dasar laut tidak cukup kuat menahan kapal layar tersebut yang diparkir di perairan Phuket, Thailand.

Sehingga ketika terbawa arus angin ikut terseret jangkarnya karena tidak begitu kuat menahan arus. Akan tetapi mengenai kejadian ini saya tidak ingin berasumsi macam-macam, karena memang tidak ada bukti apapun yang bisa menduga bahwa itu misalnya dicuri (kapal layar) atau apa begitu, ya.

Baca juga :  FOTO : Pemilik Kapal Yacht di Pelabuhan Krueng Geukueh Ternyata Pengusaha di Inggris

Tapi yang saya yakinkan sekarang bahwa yacht tersebut terbawa arus angin saja,”kata Peter Jeremy David kepada awak Jurnalis di Pelabuhan Krueng Geukueh, Jumat (17/1).

Pria Inggris, yang berbasis di London Peter Jeremy Daviv adalah pemilik kapal yacth tiba di pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara pada hari Jumat 17 Januari 2020, memeriksa kondisi kapal yang terdampar dari Phuket, Thailand beberapa hari yang lalu di perairan Selat Malaka ditemukan oleh dua nelayan dari Krueng Mane, Aceh Utara. Samudra Post/Rahmat

Menurut Peter Jeremy, kejadian itu pada 4 Januari 2020 lalu. Dirinya mendapatkan kabar bahwa kapal itu sudah berada di Aceh Utara pada 11 Januari 2020.

“Jadi, selama sepekan kapal layar terombang-ambing itu dengan kekuatan angin di laut, bisa saja mencapai 250 nautical mile. Perkiraan awal itu terdampar ke Nicobar atau kepulauan di Timur Samudra Hindia. Tapi rupanya tidak ke sana arusnya, dan ternyata ke perairan Aceh Utara.

Sebelumnya kita juga sudah memberitahukan kepada pihak Angkatan Laut maupun petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (Coast Guard) di Nicobar untuk melihat yacht ini. Tetapi mereka di sana tidak menemukannya, akhirnya mendapat kabar kapal yacth ada di perairan Aceh Utara dan saat ini kapalnya sudah diamankan di Pelabuhan Krueng Geukueh“ ujar Peter Jeremy dalam Bahasa Inggris.

Baca juga :  Film Vampires: Los Muertos, Bercerita Tentang Sang Pemburu Vampir

Peter Dyer mengaku mendapat kabar tersebut dari temannya di Phuket yang dikirim potongan berita dari salah satu surat kabar maupun media online kepadanya. Sehingga berita itu pun sempat viral dari kalangan komunitas kita dan menjadi perbincangan, begitu, ungkap Peter.

“Tapi besok (Sabtu, 18 Januari 2020) saya akan mengecek kembali kondisi kapal tersebut apa saja yang kurang. Jadi, nanti saya pun balik lagi ke Phuket dan apa saja keperluan kapal akan saya bawa kemari dan termasuk crew (kru) kapal layar tersebut,” ujar Peter Dyer.

Pria Inggris, yang berbasis di London Peter Jeremy Daviv adalah pemilik kapal yacth tiba di pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara pada hari Jumat 17 Januari 2020, memeriksa kondisi kapal yang terdampar dari Phuket, Thailand beberapa hari yang lalu di perairan Selat Malaka ditemukan oleh dua nelayan dari Krueng Mane, Aceh Utara. Samudra Post/Rahmat

Pengawas Keselamatan Kapal Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) melalui Koordinator Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Lhokseumawe, Yusriadi, menyebutkan kapal layar (yacht) itu berbendera Thailand berdasarkan dari dokumen-dokumen yang ada.

“Pemilik kapal yacht itu, (Peter Dyer) juga membawa dokumen atau surat laporan berkenaan kehilangan kapal yacth itu, yang ditujukan kepada pihak kepolisian Thailand, yang ditunjukkan kepada kita. Kemudian sertifikat atau asuransi rangka kapal. Tapi dokumen itu dalam proses verifikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Artinya, nanti kalau sudah jelas bahwa beliau (Peter) sebagai pemilik sah kapal layar tersebut, maka nantinya ada proses serah terima dari kita sebagai petugas Syahbandar,” ungkap Yusriadi.

Baca juga :  Pasien C-19 Di Aceh Meninggal Dunia

Yusriadi melanjutkan, jangan sampai nanti ada pihak lain yang mengklaim bahwa itu kapal mereka (pihak ketiga). “Jadi, proses verifikasi dokumen dari Peter Jeremy David saat ini sedang berjalan, karena dokumennya itu kita sudah mengirimkan ke pusat (Jakarta)”.

“Sembari menunggu, mungkin dalam pekan ini sudah ada kabar apakah dokumen itu betul-betul miliknya (Peter) yacht tersebut. Kita belum bisa menyampaikan hasil proses verifikasi itu berapa hari selesai, karena prosesnya di pusat dan nanti mereka akan menyampaikan kepada kami hasilnya. Tapi biasanya lebih cepat,” pungkas Yusriadi. []

Berita terkait