Pekerja Wanita Hanya Boleh Bekerja Pukul 21.00 WIB di Aceh

 Pekerja Wanita Hanya Boleh Bekerja Pukul 21.00 WIB di Aceh

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya meminta seluruh pemilik kafe, restoran, hotel dan warung internet di kota Lhokseumawe agar pekerja wanita hanya bekerja hingga pukul 21.00 WIB.

Penegasan jam kerja wanita itu dikirimkan dalam bentuk surat pada seluruh pengelola kafe, restoran, hotel dan warung internet di kota itu tertanggal 6 Januari 2019.

“Surat ini untuk mengingatkan pengelola kafe agar mengikuti aturan yang ada. Aturan itu sudah lama, 2014 dikeluarkan. Namun, masih saja ada yang melanggar,” kata Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Sabtu (11/1/2020).

Baca juga :  PKK Aceh Dukung Sinergitas Kemitraan dengan BKKBN dan TNI

Larangan itu tertulis dalam Qanun (peraturan daerah) Provinsi Aceh No 8/2014 tentang pokok-pokok syariat Islam dan instruksi gubernur Aceh nomor 01/INSTR/2014 tentang penertiban kafe dan layanan internet di Aceh.

Suaidi meminta agar pekerja khususnya wanita hanya bekerja hingga pukul 21.00 WIB. “Itu harus dipatuhi oleh pemilik usaha. Kalau tidak dipatuhi, kita akan proses sesuai aturan, mulai dari teguran sampai penutupan lokasi usaha,” katanya.

Dalam suratnya ke pemilik usaha, Suaidi juga meminta seluruh pengusaha mematuhi tentang hiburan di lokasi usaha harus sesuai dengan syariat Islam, menghentikan aktifitas konsumen saat azan magrib dan shalat Jumat. Berikutnya pengusaha harus menyediakan mushala dengan perangkat pendukungnya, pekerja mengenakan pakaian Islami (menutup aurat) dan memasang lampu yang terang bukan remang-remang.

Baca juga :  3 Pelajar Lhokseumawe jadi Begal Ditangkap

“Jadi itu aturan yang sudah lama ada. Kita tegaskan kembali dan mengingatkan para pengusaha, agar ingat ada aturan tentang itu. Jangan juga pura-pura tidak tahu aturan, ini saya tegaskan, Pemerintah Kota Lhokseumawe akan menindak jika tidak sesuai aturan itu,” ujar Suaidi Yahya.

Surat itu juga ditembuskan ke Kapolres Lhokseumawe, Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Ketua Majelis Adat Aceh Lhokseumawe, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Lhokseumawe, dan Dinas Syariat Islam Lhokseumawe.

Baca juga :  Sedang Asik Berduan, Warga Gerebek Janda Dan Brondong di Aceh

“Monitoring apakah pengusaha menjalankan surat yang sudah saya kirimkan itu ditangan satuan polisi pamong praja dan wilayatul hisbah. Jika masih bandel juga, ya kita tindak tegas,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, sejauh ini, masih banyak pekerja wanita di kafe, restoran, hotel dan usaha lainnya bekerja hingga pukul 22.00 – 23.00 WIB di Lhokseumawe. Padahal aturan hanya dibatasi pukul 21.00 WIB. []

Berita terkait