Jejak Sunda Empire Aceh

 Jejak Sunda Empire Aceh

LHOKSEUMAWE – Pengurus Sunda Empire  Aceh akan mendatangi pihak kepolisian untuk meluruskan tayangan video yang viral dalam dua hari terakhir ini  terkait kegiatan lembaga itu di Kabupaten Aceh Utara.

 

“Video itu diambil Agustus 2020. Kami buat acara di Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Di sana isinya silaturahmi biasa saja. Tidak seperti video yang beredar itu,” kata Ismail, salah seorang pengurus Sunda Empire Aceh dihubungi per telepon, Jumat (24/1/2020).

Baca juga :  Wali Kota Lhokseumawe Serap Aspirasi Masyarakat

 

Dia menyesalkan video itu beredar di media massa di tengah isu kerajaan yang marak di Indonesia. “Sehingga  memunculkan banyak persepsi negative terhadap kegiatan tersebut, apalagi dihubung-hubungkan dengan keraton agung sejagat. Waktu itu ada wartawan yang meliput, ya silahkan namun kenapa tidak ditayangkan pada saat itu, kenapa mesti disaat kondisi sedang riuh seperti ini. dan isinya juga ditambah-tambah dalam berita itu seakan-akan kami  sudah melakukan kejahatan luarbiasa,” kata Ismail.

Baca juga :  Yuk Nonton Film Baywatch Malam Ini Di Bioskop Trans TV

 

Dia menyebutkan, keluarganya juga trauma atas pemberitaan itu. Saat ditanya soal Sunda Empire, Ismail enggan berkomentar. Dia mengatakan harus izin pimpinannya.

 

“Saya kan punya pimpinan, semua pernyataan harus ada izin pimpinan,” pungkasnya tanpa merincikan siapa pemimpin tersebut.

Baca juga :  3 Pelajar Lhokseumawe jadi Begal Ditangkap

 

Sebelumnya diberitakan, Sunda Empire disebut menggelar kegiatan di Aceh Utara. Bahkan dinyatakan bergerak dibidang sosial dengan dana yang telah disiapkan di Bank Swis.  Kesbangpol Aceh Utara menyatakan organisasi itu belum terdaftar.|KCM

Berita terkait