Demo Rusuh di PT Arun Gas

 Demo Rusuh di PT Arun Gas

LHOKSEUMAWE | Massa Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) menggelar aksi damai di depan Pintu II eks-Kompleks Kilang LNG PT Arun NGL, Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin, (9/12/ 2019).

 

Terlihat mulai beraksi pukyl 09.30 WIB. Mereka menuntut hak ulayat masyarakat adat Aceh dengan Otonomi Khusus (Otsus) Aceh serta konsesi masyarakat Blang Lancang, yang digusur saat pembanguunan PT Arun NGL puluhan tahun lalu. Aksi mulai rusuh sekitar pukul 10.47 WIB. Massa membakar ban mobil dan sebagian pendemo merusak pagar perusahaan yang kini ditempati oleh PT Perta Arun Gas (PT PAG).

Baca juga :  Film ATM, Kisah Horor Disekitar ATM

 

Mereka memaksa masuk namun dilarang petugas. Bahkan, polisi menembak gas air mata ke arah puluhan pendemo. Sebaliknya massa melemparkan polisi dengan air mineral.

 

Wakil Ketua IKBAL, Tri Juwanda, mengatakan, pihaknya sebagai pemilik lahan ulayat atau tanah adat meminta kepada Presiden RI untuk mencabut konsesi PT PAG, PT PHE, PT BAS dan Medco di Tanah Blang Lancang. Masyarakat IKBAL juga meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina untuk meminta mafia Migas di atas makam tanah leluhur masyarakat Blang Lancang tahun 1974.

Baca juga :  Artis Cantik Twindy Rarasati Positif Covid-19

 

“Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 yang tidak mensejahterakan masyarakat Aceh agar dievaluasi kembali sesuai falsafah pancasila Republik Indonesia. Presiden Joko Widodo untuk membentuk staf khusus presiden dalam pengawasan Otsus Aceh dan Papua,” kata Tri Juwanda, dalam orasinya, Senin.

Baca juga :  Ini Dia, 3 Juara Stan Terkreatif dan Inovasi di Pameran “Piyoh-piyoh” Aceh Utara

 

Dia juga meminta kepada DPR RI untuk membentuk Rancangan Undang-Undang (RUU) tanah adat dengan hak ulayat. Kompas.com berusaha mengonfirmasi ke manajemen PT PAG. Namun hingga berita ini dikirimkan belum ada tanggapan dari Humas perusahaan plat merah itu. |KC

Berita terkait